Suarapena.com, YOGYAKARTA – Setelah mengalami anjloknya KA Argo Semeru pada Selasa (17/10/2023), jalur rel antara Stasiun Sentolo dan Stasiun Wates akhirnya kembali normal pada Rabu (18/10/2023).
Jalur hulu sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan 40 km per jam, sedangkan jalur hilir masih dalam proses perbaikan.
KA Argo Lawu relasi Solo Balapan – Gambir menjadi KA pertama yang melintas di jalur hulu pada pukul 11.35 WIB. KA ini sempat terlambat 97 menit karena harus menunggu proses evakuasi dan perbaikan jalur selesai.
Selain KA Argo Lawu, ada beberapa KA lain yang juga mengalami keterlambatan kedatangan di stasiun tujuan, antara lain:
- KA Gajayana, relasi Surabaya Gubeng – Gambir, terlambat 110 menit
- KA Brawijaya, relasi Malang – Gambir, terlambat 127 menit
- KA Bima, relasi Surabaya Gubeng – Gambir, terlambat 224 menit
- KA Senja Utama Yogyakarta, relasi Yogyakarta – Pasar Senen, terlambat 40 menit
- KA Senja Utama Solo, relasi Solo – Pasar Senen, terlambat 79 menit
- KA Singasari, relasi Yogyakarta – Pasar Senen, terlambat 58 menit
Adapun yang diberikan KAI atas keterlambatan ini ialah kompensasi kepada penumpang terdampak sesuai dengan Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019.
Kompensasi tersebut meliputi pengembalian biaya tiket, minuman dan makanan ringan atau berat, serta transportasi alternatif jika diperlukan.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian anjloknya KA Argo Semeru yang menyebabkan 32 korban luka ringan.
Keempat korban yang sempat dirawat di rumah sakit sudah mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Dan untuk penyebab kecelakaan ini masih dalam penyelidikan oleh KAI bersama KNKT, Kemenhub, dan Kepolisian.
“KAI ucapkan terima kasih kepada semua stakeholders yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel antara Sentolo – Wates. KAI dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji. (sp/pr)










