Suarapena.com, BEKASI – Menapaki 18 tahun perjalanannya di Indonesia, Mothercare mengajak Tasya Kamila sebagai public figure sekaligus Supermom dalam diskusi Modern Parent bersama dr. Ayi Dilla Septarini selaku dokter spesialis anak.
Selain diskusi Modern Parent, Mothercare juga meluncurkan stroller baru, M-Compact. Selama dua hari ini Sabtu dan Minggu (5-6/8/2023) Mothercare melakukan kegiatan di Oval Atrium Summarecon Mall Bekasi.
Vasudev Kataria, Senior Vice President for Baby, Kids & Toy Brands in Kanmo Group mengungkapkan, 18 tahun Mothercare di Indonesia semakin matang menjadi sahabat terpercaya dalam kualitas dan keamanan bagi Ibu dan Anak.
“Kanmo Group membawa Mothercare ke Indonesia 18 tahun yang lalu, untuk memberikan solusi satu atap bagi para orang tua untuk berbelanja dan belajar,” katanya.
Selama dua hari di Summarecon Mall Bekasi, Mothercare melakukan pameran produk, sesi diskusi parenting, pemberian penghargaan kepada karyawan Mothercare Indonesia, serta peluncuran stoller Mothercare terbaru, M-Compact.
“Gerai Mothercare saat ini mencapai 56 toko fisik. 18 tahun perjalanan bukanlah waktu yang sebentar bagi kami, karenanya semangat dan ide dalam berinovasi terus kami tuangkan demi mendukung kebutuhan para calon orang tua, orang tua, dan anak hingga 8 tahun,” kata Vasudev.
Sejalan dengan kehadiran pekan ASI pada 1-7 Agustus 2023 ini, melalui Modern Parent, Mothercare mencoba untuk berbagi suara tentang pentingnya ASI sebagai fondasi keluarga Indonesia.
dr. Ayi Dilla Septarini, Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi Primaya Hospital Bekasi menyampaikan, bahwa menyusui sebenarnya dapat membantu seorang ibu dalam melawan stress.
“Sebab menghasilkan hormon oksitosin yang sering disebut sebagai hormon cinta, karena berkaitan dengan perasaan kasih sayang dan keterikatan antar manusia,” ungkap dia.
Pada kesempatan diskusi tersebut, Tasya Kamila, turut menceritakan kisahnya sebagai public figure dengan kesibukannya, yang telah memiliki dua orang anak. Menurutnya, meski pernah berpengalaman menyusui anak pertama, tetapi hal itu tidak berarti membuatnya mudah ketika menyusui anak kedua.
“Meskipun pernah menyusui sebelumnya, aku juga menemukan tantangan tersendiri saat menyusui anak aku yang kedua. Karenanya, aku butuh dukungan lebih setiap masa menyusui eksklusif, khususnya dari pasangan dan keluarga terdekat, tanpa support mereka mungkin aku belum tentu bisa menghadapi drama menyusui,” aku Tasya. (sng)










