Suarapena.com, TANGERANG – Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan pemantauan intensif terhadap harga komoditas pangan di pasar tradisional dan modern. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan pemantauan rutin dilakukan karena Ramadan tinggal kurang dari 9 hari lagi.
“Pemantauan harga ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan,” kata Suli, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Harga telur ayam broiler tercatat naik dari Rp28.000 menjadi Rp29.000–Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp90.000–Rp95.000 per kilogram.
Namun demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga bawang merah justru mengalami penurunan dan berada di kisaran Rp35.000–Rp45.000 per kilogram.
“Cabai rawit merah mengalami kenaikan seperti di beberapa daerah lain, tetapi ada juga komoditas yang harganya turun. Kondisi ini terus kami pantau,” ujar Suli.
Adapun sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil, seperti beras premium di kisaran Rp13.000–Rp15.000 per kilogram, beras medium Rp12.000–Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp18.000–Rp19.000 per liter, daging ayam Rp40.000–Rp55.000 per kilogram, serta daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram.
Pemkot Tangerang berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan harga pangan melalui sejumlah akun media sosial terkait. (sp/pr)










