Suarapena.com, BANDUNG – Aksi pencurian kabel lampu lalu lintas atau traffic light yang diduga menjadi penyebab sejumlah persimpangan di Kota Bandung mengalami gangguan akhirnya terungkap. Polisi menangkap seorang pelaku saat tengah beraksi memotong kabel traffic light di kawasan Simpang Dago.
Pelaku ditangkap sekitar pukul 20.30 WIB. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Polrestabes Bandung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), dengan dukungan masyarakat.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengungkap aksi pencurian tersebut.
“Alhamdulillah kita kolaborasi dengan teman-teman Pemda dan dibantu oleh masyarakat yang proaktif untuk menuntaskan peristiwa ini,” kata Dedi saat konferensi pers di Polrestabes Bandung, Jumat (2/10/2026).
Menurut Dedi, kabel traffic light menjadi sasaran karena mengandung tembaga yang memiliki nilai ekonomis. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan sejumlah peralatan sederhana untuk memotong kabel.
“Ini kabel yang diincar karena di dalamnya ada tembaga. Pelaku juga menggunakan alat yang cukup sederhana, seperti obeng, tang, pisau cutter, dan kunci ring,” ujarnya.
Satu orang pelaku telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta menelusuri lokasi-lokasi yang berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
Dedi mengatakan, dari hasil pengungkapan awal, polisi telah mengidentifikasi sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga berkaitan dengan aksi serupa.
“Dari pengungkapan pelaku tersebut beberapa TKP saat ini sudah terungkap, kemudian kita masih akan lakukan pengembangan,” ucapnya.
Dedi menegaskan, pencurian kabel traffic light bukan sekadar persoalan hilangnya aset atau kabel milik pemerintah. Gangguan terhadap fasilitas tersebut dapat berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas.
Ia membayangkan kondisi Kota Bandung apabila sejumlah lampu lalu lintas tidak dapat berfungsi secara normal.
“Bisa kita bayangkan kalau Kota Bandung yang semegah ini tanpa traffic light. Betapa carut-marutnya lalu lintas di kota ini kalau ini semua tidak segera kita hentikan,” jelasnya.
Dedi menuturkan, tingginya mobilitas kendaraan di Kota Bandung membuat keberadaan traffic light menjadi semakin penting. Ia menyebut sekitar 70.000 hingga 80.000 mobil masuk ke Kota Bandung setiap akhir pekan.
Menurutnya, tingginya mobilitas tersebut menunjukkan Bandung masih menjadi tujuan masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
Karena itu, keamanan dan kenyamanan lalu lintas dinilai perlu terus dijaga agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap berjalan.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat bahwa Bandung kondusif, Bandung aman sehingga perekonomian Bandung tetap bergulir, tetap terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Bandung dalam mengungkap kasus pencurian kabel traffic light.
Farhan mengatakan, sebagai kota terbuka dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, Bandung memiliki risiko menghadapi berbagai bentuk kriminalitas. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami sangat menghargai, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kepolisian di Polrestabes Kota Bandung karena ini bukan pekerjaan mudah sama sekali,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, upaya menjaga keamanan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga perangkat daerah, memiliki peran dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Jika ditemukan indikasi yang dinilai dapat membahayakan masyarakat, Pemkot Bandung akan segera berkoordinasi dengan kepolisian.
“Apabila kami sudah melihat ada sesuatu, deteksi dini yang berbahaya maka kami akan langsung laporkan kepada kepolisian,” katanya.
Farhan menilai respons cepat aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Rasa aman menjadi penting karena itu adalah tugas utama dari kita sebagai pemerintahan, representasi negara bagi warga negara, memberikan rasa aman, memberikan rasa nyaman,” tutur dia. (sp/ky)







