Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jabar

Dishub Targetkan Traffic Light yang Mati Akibat Dicuri Normal Lagi dalam Dua Minggu

×

Dishub Targetkan Traffic Light yang Mati Akibat Dicuri Normal Lagi dalam Dua Minggu

Sebarkan artikel ini
Dishub targetkan traffic light di sejumlah titik Kota Bandung yang mati gara-gara dicuri normal kembali dalam dua minggu.
Dishub targetkan traffic light di sejumlah titik Kota Bandung yang mati gara-gara dicuri normal kembali dalam dua minggu.

Suarapena.com, BANDUNG – Sejumlah traffic light atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Kota Bandung masih tidak berfungsi setelah kabel pada perangkat tersebut dicuri.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menargetkan traffic light di sejumlah titik terdampak dapat kembali beroperasi dalam waktu satu hingga dua minggu.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, perbaikan menjadi prioritas karena gangguan traffic light dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan sekaligus kelancaran arus kendaraan di persimpangan.

“Kita pastikan dalam waktu satu sampai dua minggu itu beberapa tempat yang sudah disampaikan tadi kita upayakan bisa normal kembali,” kata Rasdian saat konferensi pers di Polrestabes Bandung, Jumat (2/10/2026).

Rasdian menjelaskan, proses pemulihan traffic light tidak hanya menyangkut perbaikan lampu yang mati. Dishub juga harus memastikan seluruh sistem kembali terkoneksi, termasuk hubungan perangkat APILL dengan Area Traffic Control System (ATCS).

Berita Terkait:  Operasi Penertiban Klakson Telolet di Bandung, Pelanggar Dikenakan Sanksi Cabut Kabel hingga Tilang

“Jadi mengkonektivitaskan antara ke lampu, ke ATCS dan sebagainya. Kita pastikan satu sampai dua minggu ini kita selesaikan. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan normal,” ujarnya.

Sejumlah lokasi yang saat ini mengalami gangguan antara lain berada di wilayah Kecamatan Regol, kawasan PT Inti 1, sekitar Patung Ikan, simpang Jalan Pungkur, Simpang Cikapayang, Veteran-Lembong, Naripan-Lembong, serta Veteran-Jalan Sunda.

Di sisi lain, gangguan akibat pencurian kabel tersebut juga menyoroti sistem pengawasan traffic light di Kota Bandung.

Dari total 157 simpang yang memiliki traffic light, baru 67 simpang yang telah terkoneksi dengan sistem pengawasan seperti CCTV dan pengeras suara.

Artinya, masih ada 90 simpang yang belum terkoneksi dengan sistem pengawasan tersebut.

Rasdian mengatakan, sistem yang telah terkoneksi memungkinkan kondisi di persimpangan dipantau melalui ATCS yang berada di Balai Kota maupun di lingkungan Dishub Kota Bandung.

Berita Terkait:  Tertibkan Parkir Liar di Delapan Titik, Puluhan Kendaraan di Sini Ditindak

“Dari 157 simpang yang ada traffic light-nya, kita baru 67 simpang yang terkonektivitas, ada CCTV-nya, ada loudspeaker-nya dan itu langsung konektivitasnya dengan ATCS yang di Balai Kota maupun ada yang di Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Untuk mencegah pencurian kabel kembali terjadi, Dishub Kota Bandung akan memperkuat pengawasan bersama instansi terkait.

Patroli akan dilakukan, terutama di lokasi-lokasi yang belum terjangkau kamera pengawas.

Penguatan sistem pengawasan dinilai penting agar gangguan pada traffic light dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya bisa segera dilakukan.

Dishub Kota Bandung kini menargetkan perbaikan sejumlah APILL yang terdampak pencurian kabel rampung dalam satu hingga dua minggu. Setelah perbaikan selesai, konektivitas antara traffic light dan sistem ATCS juga akan dipastikan kembali berjalan normal. (sp/ky)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca