Scroll untuk baca artikel
Ekbis

Persiapan Hari Anak Nasional, PLN Bekasi Gelar Safety Briefing Libatkan 218 Personil

×

Persiapan Hari Anak Nasional, PLN Bekasi Gelar Safety Briefing Libatkan 218 Personil

Sebarkan artikel ini
Briefing PLN UP3 Bekasi jelang Hari Anak Nasional.
Briefing PLN UP3 Bekasi jelang Hari Anak Nasional.

Suarapena.com, BEKASI – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi menggelar safety briefing gelar pasukan dan peralatan dalam rangka jaga keandalan pasokan dan menjelang Hari Anak Nasional 2024, Rabu 03 Juli 2024. Sebanyak 218 personil terdiri dari petugas di 6 Unit Layanan Pelanggan (ULP) termasuk pegawai dan tenaga alih daya meliputi petugas Yantek, Petugas P2TL, Petugas Billman dan Petugas Yanbung turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Manager PLN UP3 Bekasi, Donna Sinatra menyampaikan, bahwa setiap pekerja harus membudayakan perilaku aman dan selamat dalam tugas. Seluruh petugas wajib mengikuti Standart Operational Procedure (SOP) PLN dan harus menerapkan prinsip K3 hingga lingkup masyarakat secara luas.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Tidak ada yang lebih penting dari nyawa manusia. Saya harap seluruh pegawai dan tenaga alih daya wajib melaksanakan Safety Briefing. Melakukan pengecekan peralatan sebelum memulai pekerjaan,” ujarnya dalam keterangan resminya dikutip pada Rabu, 03 Juli 2024.

Berita Terkait:  Pasang Listrik Gratis Senilai 20 Juta Melalui Program Light Up The Dream PLN Bekasi

Ia menjelaskan, Safety Briefing merupakan komitmen PLN dalam mewujudkan nol kecelakaan (zero accident) kerja di lingkungan kelistrikan. Apalagi kata dia, dalam waktu dekat akan memperingati Hari Anak Nasional, dan kedisiplinan safety briefing harus dilakukan setiap pagi sebelum pekerjaan dimulai.

“Selain itu, pada 23 Juli nanti kan Hari Anak Nasional, dan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru dimulai jadi kita memastikan kelistrikan handal sehingga tidak mengganggu proses belajar,” imbuh Donna.

Selanjutnya, kata Donna, tim leader di masing masing ULP juga harus memastikan kondisi kesehatan para petugas di lapangan. Kelengkapan peralatan, dokumen pendukung, dan tetap berkomunikasi dengan petugas lapangan supaya dapat dipastikan setiap pekerja dan pekerjaan berlangsung dengan aman dan nyaman.

Berita Terkait:  PLN dan Pemkot Bekasi Sosialisasikan Kompor Induksi ke 12 Kecamatan

“Soal keselamatan kerja itu adalah menyangkut nyawa manusia, dan tidak ada penggantinya. Pastikan saat melakukan Safety Briefing kita semua dalam keadaan sehat, lakukan cek peralatan dan unsafe condition sehingga dapat bekerja dengan sebaik mungkin dan yang pasti selamat,” tegasnya.

Donna menuturkan, dengan mengikuti SOP yang telah diterapkan PLN akan berpotensi menurunkan angka kecelakaan kerja di bidang kelistrikan.

“Disini semua dituntut memiliki kesadaran K3 yang tinggi. Selanjutnya wajib melakukan identifikasi bahaya dengan analisa resiko yang baik menjadi mitigasi kecelakaan dan meningkatkan kewaspadaan serta keselamatan ketenagalistrikan,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Donna, bila sudah bisa mendisiplinkan implementasi penerapan Budaya K3 tentu harapannya adalah dapat berdampak dalam peningkatan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“Penghargaan tentunya akan kita berikan nantinya kepada semua yang terlibat bila sudah mampu menjalankan dasar keselamatan dan meningkatkan kepuasan pelanggan,” kata dia.

Berita Terkait:  Mau Liburan Aman Tanpa Korsleting Listrik? Simak Tips dari PLN Bekasi

Lebih lanjut, Manager PLN UP3 Bekasi, Donna Sinatra mengimbau kepada masyarakat pelanggan apabila menemui pelbagai persoalan kelistrikan bisa melaporkan kendala atau mengadukannya lewat aplikasi PLN Mobile.

“PLN Mobile menjadi sarana pengaduan paling responsif yang menjadi rekomendasi PLN untuk bersama-sama bisa melaporkan pelbagai potensi risiko gangguan dan bahaya kelistrikan. Aplikasi PLN Mobile dapat diunduh secara gratis dari Play Store dan App Store,” tandasnya.

Tergabung secara daring, General Manager PLN UID Jawa Barat Susiana Mutia menjelaskan bahwa gelar pasukan dan peralatan tersebut bertujuan untuk memastikan peralatan kerja dan APD yang digunakan oleh petugas telah memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kami hanya ingin benar-benar memastikan komitmen PLN, bukan hanya kualitas pekerjaan yang menjadi tujuan utama, tetapi juga mengedepankan K3 pelaksana yang terlibat disana adalah hal sangat penting,” pungkas Susiana. (Sng)