Suarapena.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pelayanan BPJS Kesehatan segera ditingkatkan. Persoalan antrean pasien hingga kesetaraan pelayanan antara peserta BPJS dan pasien umum menjadi perhatian dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Prabowo ingin masyarakat yang menggunakan layanan BPJS mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan optimal.
“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Budi seusai rapat.
Tak hanya soal antrean, Prabowo juga menekankan pentingnya kesetaraan pelayanan di rumah sakit.
Budi mengatakan pemerintah memastikan rumah sakit tidak memberikan perlakuan berbeda kepada pasien berdasarkan status kepesertaannya.
“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Budi.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.
Dalam rapat tersebut, keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan turut dibahas.
Budi mengatakan BPJS membutuhkan kepastian mengenai kondisi keuangan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan. Menteri Keuangan yang turut hadir dalam rapat, kata Budi, telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan BPJS.
“Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga. Kebetulan di sini juga ada Pak Menkeu, Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan bagaimana ke depannya BPJS ini selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ujar Budi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan peningkatan kualitas layanan harus mempertimbangkan perubahan dalam sistem kesehatan.
Sejumlah faktor yang menjadi perhatian meliputi inflasi medis, pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, serta meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan.
BPJS Kesehatan juga akan memperbaiki sejumlah persoalan dalam pelayanan, termasuk memperkuat pencegahan kecurangan (fraud).
“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” ujar Prihati.
Menurut Prihati, perubahan pendekatan dari berbasis volume (volume based) menjadi berbasis nilai (value based) diarahkan agar pelayanan yang diterima peserta lebih sesuai dengan kebutuhan.
“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” pungkasnya. (sp/stg)







