Suarapena.com, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan Pemerintah harus memaksimalkan proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di wilayah konflik Israel dan Palestina. Ia mengatakan negara harus menjamin pelayanan dan keselamatan bagi warganya yang terjebak di daerah perang.
“Pemerintah tidak boleh lengah dalam proses evakuasi dari daerah perang. Saya mengerti ada banyak hambatan kondisi di lapangan, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan para WNI di sana. Pemerintah harus siaga,” ujar Puan dalam keterangannya, Senin (16/10/2023).
Menurut data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sebanyak 231 WNI dari Palestina dan Israel yang merupakan peziarah atau wisatawan religi telah dipulangkan ke Tanah Air. Namun, masih ada 129 WNI yang berada di Israel yang menolak untuk dievakuasi karena merasa aman. Hanya 4 WNI dari Israel yang memilih dievakuasi dan sudah tiba di Indonesia.
Selain itu, masih ada 10 WNI yang tinggal di Gaza, di mana tiga di antaranya adalah relawan MER-C. Puan menghimbau agar Pemerintah melakukan pengawasan ketat bagi WNI yang masih bertahan di wilayah konflik Israel-Palestina.
“Negara berkewajiban untuk melindungi warganya yang berada di luar negeri. Meski sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dari konflik Israel-Palestina, tapi ancaman perang masih sangat tinggi,” kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Akibat eskalasi perang Israel-Palestina, ribuan orang telah meninggal dunia dari kedua negara. Tidak hanya itu, lebih dari seribu orang juga dilaporkan hilang akibat gempuran perang selama lebih dari sepekan terakhir.
Puan menyampaikan, Pemerintah harus siap menghadapi segala situasi dari perang Israel-Palestina. Ia meminta Pemerintah mengutamakan keselamatan WNI, terutama yang berada di jalur Gaza.
“Pemerintah harus menyiapkan skenario terburuk untuk mengevakuasi WNI, terutama mereka yang berada di jalur Gaza. Jangan sampai ada WNI kita yang jadi korban perang,” tutur Puan.
Berdasarkan catatan Kemlu, diketahui juga masih ada WNI yang masuk ke wilayah konflik Israel-Palestina. Puan mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda keberangkatan sampai perang antara militer Israel dengan Hamas reda, baik yang ingin mejadi relawan atau mereka yang berencana melakukan wisata religi.
“Saya mengimbau kalau bisa tunda dulu keberangkatan menuju jalur Gaza untuk saat ini. Pemerintah memang baru mengeluarkan Travel Advisory, tapi saya harapkan WNI mempertimbangkan keselamatan dengan tidak dulu memasuki wilayah dua negara yang sedang berkonflik,” pintanya.
Puan juga mendorong Pemerintah untuk melibatkan organisasi internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk memberikan bantuan dalam proses evakuasi WNI. Apalagi Pemerintah Indonesia kesulitan mengevakuasi WNI yang berada di jalur Gaza karena wilayah tersebut terus digempur Israel.
“Kerja sama dengan organisasi internasional kita harapkan dapat membantu evakuasi warga Indonesia. Kedua organisasi internasional ini memiliki pengalaman dan sumber daya yang dapat digunakan untuk mengamankan dan melancarkan proses evakuasi WNI,” jelas Puan.
Di sisi lain, mantan Menko PMK ini mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran dalam upaya perdamaian Israel dan Palestina. Selain itu, lanjut Puan, Pemerintah perlu memastikan bahwa bantuan dan dukungan terhadap Palestina selalu didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang murni dan universal.
“Semoga upaya ini dapat membantu menciptakan dunia yang lebih damai dan berkeadilan bagi semua masyarakat. Saya berharap ada langkah konkret dari Pemerintah untuk terus mendorong upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina yang sudah menelan banyak korban dari kedua belah pihak,” ungkapnya. (pr/sng)










