“Kejadian ini nomor dua dibawah tragedi peru, di Peru di angka 300 korban dan kita diangka kedua 200 korban untuk sepakbola Indonesia dan itu menjadi perhatian bagi kawan-kawan suporter,” jelasnya.
Leo menambahkan, pihaknya pada hari secara sukarela tidak mendukung Persipasi Bekasi saat menjamu PSB Bogor dalam lanjutan putaran Liga 3 Seri 1 Jawa Barat ini.
“Terlebih kita menyatakan mengosongkan tribun untuk menghormati para korban di malang, kita enggak peduli mereka dari organisasi apa, atau apa, tetapi seketika berbicara sepakbola, sepakbola itu football for unity menyatukan bangsa,” ungkapnya
Leo menegaskan, tragedi ini harus diusut tuntas oleh pihak-pihak terkait, karena menciderai dunia sepakbola Nasional maupun para suporter.
“Harus diutus tuntas tragedi ini, terlebih dari Suporter kita tuntut. Kenapa Liga sampai bergulir ini ada gas air mata, Ketika menangani kericuhan di Supporter, harusnya sudah tidak ada dan itu sudah tercantum di regulasi FIFA dan PSSI itu yang kawan kawan suporter di Indonesia yang menyayangkan itu kenapa harus ada air mata di kerumunan,” pungkasnya. (sng)










