Scroll untuk baca artikel

HeadlineOlahraga

“Kartu Merah” Manajemen Penonton Sepakbola Indonesia

×

“Kartu Merah” Manajemen Penonton Sepakbola Indonesia

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – Tragedi Kanjuruhan adalah tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola di Indonesia bahkan di dunia, dimana korban melebihi jumlah korban tragedi sepak bola di Liverpool. Anggota Komisi X DPR RI Sodik Mudjahid mengungkapkan keprihatinannya atas kabar yang menyesakkan hati dan jiwa rakyat Indonesia.

“Peristiwa ini, selain harus diusut dari sisi medis dan keamanan juga harus dijadikan hajaran, bukan pelajaran, yang berat, untuk penataan ulang yang mendasar tentang manajemen penonton dan manajemen pendukung suatu klub sepakbola,” ungkap Sodik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022). 

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ia mengimbau semua pemangku kepentingan di sepak bola mulai dari pakar, praktisi, tokoh sosiolog, manajemen massa, hingga tokoh masyarakat, harus dilibatkan. Pendekatan pembinaan dan pendidikan kepada pecinta bola dan para pendukung sebuah klub di Indonesia harus diubah secara fundamental. 

Berita Terkait:  Naturalisasi Shayne Pattynama Disetujui Komisi X DPR

“Dimulai soal semangat kebangsaan, persatuan Indonesia, budaya bhineka tunggal ika, sampai pendekatan model fans klub moderen seperti pendukung klub moderen di negara maju. Jika tidak ada perubahan yang fundamental mendasar, akan menggangu banyak hal seperti prestasi sepak bola, prestasi klub bahkan sampai kepada sangsi dan kepercayaan FIFA kepada PSSI,” urainya. 

Berita Terkait:  Dorong Digitalisasi Koleksi Perpusnas, Bonnie Triyana Sebut Koran Lama Harus Segera Dipindai ke Format Digital

Oleh karena itu ia menekankan agar PSSI harus jadi motor yang proaktif dalam menuntaskan persoalan, serta mampu melakukan transformasi pada manajemen pertandingan dan manajemen fans klub. (aha) 

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca