Suarapena.com, JAKARTA – Survei Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan mayoritas publik merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Tingkat kepuasan tersebut tercatat mencapai hampir 80 persen.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun pada periode 15–21 Januari 2026. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
“Secara umum, hasil ini tidak terlalu berbeda jika dibandingkan dengan approval rating Presiden Prabowo pada Januari 2025 dan Januari 2026,” ujar Burhanuddin, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan temuan survei, 13 persen responden menyatakan sangat puas dan 66,9 persen menyatakan puas. Sementara itu, 17,1 persen responden mengaku kurang puas dan 2,2 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Adapun 0,8 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Burhanuddin menilai tingkat kepuasan tersebut tergolong tinggi untuk seorang presiden, bahkan lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada awal masa pemerintahannya tahun 2004, serta Presiden ke-7 Joko Widodo pada awal masa jabatan 2014.
Menurut Burhanuddin, tingginya approval rating Prabowo tidak terlepas dari dukungan elektoral yang kuat, termasuk faktor keberlanjutan dukungan dari Presiden Joko Widodo.
“Approval rating Pak Prabowo relatif tinggi karena tidak hanya bertumpu pada basis dukungan beliau sendiri, tetapi juga ditopang oleh dukungan dari Pak Jokowi,” katanya.
Survei tersebut juga mencatat peran signifikan pemilih muda, khususnya Generasi Z, dalam menopang tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo. Meski pemilih dari kelompok usia lebih tua juga menunjukkan tingkat kepuasan yang cukup tinggi, basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang didominasi oleh Gen Z.
“Sebanyak 71 persen pemilih Gen Z mengaku memilih Pak Prabowo berdasarkan exit poll kami, dan kelompok ini tampaknya masih konsisten menjadi basis pemilih yang merasa puas terhadap kinerjanya,” ujar Burhanuddin.
Adapun alasan kepuasan responden terhadap Presiden Prabowo beragam. Sebanyak 17,5 persen responden menyebut upaya pemberantasan korupsi sebagai alasan utama. Selain itu, 15,6 persen responden puas karena Prabowo dinilai sering memberikan bantuan, 11 persen menilai program kerjanya baik, dan 10,5 persen menyebut sudah terlihat hasil nyata dari kinerjanya.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung, memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, serta margin of error sekitar 2,9 persen. (sp/at)







