Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

36 Warga Terdampak Tanah Gerak di Banjarnegara Direlokasi, Kini Tempati Hunian Lebih Aman

×

36 Warga Terdampak Tanah Gerak di Banjarnegara Direlokasi, Kini Tempati Hunian Lebih Aman

Sebarkan artikel ini
Relokasi 36 warga terdampak tanah gerak di Banjarnegara kini huni rumah baru yang lebih aman.
Relokasi 36 warga terdampak tanah gerak di Banjarnegara kini huni rumah baru yang lebih aman.

Suarapena.com, BANJARNEGARA – Sebanyak 36 warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, kini menempati hunian baru yang lebih aman. Relokasi tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Salah satu warga terdampak, Rumini (45), mengaku bersyukur akhirnya bisa menempati rumah baru setelah sebelumnya tinggal berpindah-pindah akibat rumah lamanya rusak parah diterjang tanah gerak.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Sudah parah, enggak bisa ditempati,” kata Rumini, Jumat (13/2/2026), mengenang kondisi rumahnya di Dusun Bawang.

Menurut dia, dinding rumahnya mengalami retak di sejumlah bagian, sementara tanah di bawah bangunan tidak lagi stabil. Kondisi tersebut membuat rumahnya tidak aman untuk dihuni.

Saat bencana terjadi, Rumini bersama keluarga terpaksa menumpang di rumah kerabat. Ia mengaku sempat tidak menyangka akan mendapat bantuan hunian tetap.

Berita Terkait:  Telaga Merdada Dieng Dibersihkan dari Eceng Gondok, Pulihkan Fungsi Ekologis-Pariwisata

Namun, pada akhirnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun 36 unit rumah relokasi di lokasi baru yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik bencana. Rinciannya, 29 unit bersumber dari APBD dan tujuh unit dari APBD Perubahan 2025.

Hunian tersebut dibangun dengan konsep Rumah Susun Panel Instan (Ruspin) yang dinilai lebih kokoh dan sesuai untuk kawasan rawan bencana.
Kini, Rumini menempati rumah barunya bersama suami dan anaknya. Ia mengaku merasa lebih tenang karena lokasi hunian berada di tanah yang relatif stabil.

“Alhamdulillah, tanahnya aman. Rumahnya bagus, bisa ditempati,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Wartono Saminem (50). Ia mengatakan, rumah lamanya berada di zona rawan tanah gerak sehingga setiap malam dihantui rasa khawatir. “Sekarang lebih tenang,” katanya singkat.

Manisem (50), warga lainnya, juga mengaku lega. Rumah lamanya mengalami banyak retakan dan kerap bocor saat hujan turun. “Rawan longsor. Sekarang di sini nyaman,” tuturnya.

Berita Terkait:  Jalan Amblas Banjarnegara - Kebumen Segera Diperbaiki, Gubernur Jateng Ganjar Tinjau Lokasi Langsung

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan proses relokasi warga Desa Aribaya telah selesai.

“Relokasi ini memindahkan 36 unit hunian warga yang terdampak bencana tanah gerak,” kata Boedyo.

Ia menjelaskan, penyediaan lahan relokasi dan fasilitas umum dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, sementara pembangunan rumah dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Tengah.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam penanganan kebencanaan.

Boedyo berharap warga dapat memulai kehidupan baru yang lebih baik di lokasi relokasi.

“Harapan kami, masyarakat yang terkena bencana dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga di tempat yang baru,” ujarnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca