Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Bahtra Banong Nilai Pidato Prabowo soal Oposisi Cerminkan Sikap Demokratis

×

Bahtra Banong Nilai Pidato Prabowo soal Oposisi Cerminkan Sikap Demokratis

Sebarkan artikel ini
Politikus Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong angkat suara soal pidato Prabowo terkait oposisi, nilai cerminkan sikap demokratis.
Politikus Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong angkat suara soal pidato Prabowo terkait oposisi, nilai cerminkan sikap demokratis.

Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 menunjukkan komitmen terhadap prinsip demokrasi.

Menurut Bahtra, pernyataan Presiden Prabowo yang menyampaikan penghormatan kepada oposisi menjadi pesan politik penting di tengah dinamika demokrasi nasional.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Pidato Presiden kemarin menunjukkan kualitas kenegarawanan yang sangat kuat. Beliau tidak hanya menghormati oposisi, tetapi juga mengakui secara terbuka bahwa demokrasi membutuhkan check and balances,” ujar Bahtra dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menilai sikap Presiden Prabowo sekaligus membantah anggapan yang selama ini menyebut dirinya anti-demokrasi atau memiliki karakter militeristik karena latar belakang militer dan sejarah politiknya.

Berita Terkait:  Jadwal Pendaftaran Capres-Cawapres Disepakati, Ini Tanggalnya

Menurut Bahtra, pemimpin yang otoriter umumnya memandang oposisi sebagai ancaman, bukan bagian penting dalam sistem demokrasi.

“Kalau ada pemimpin yang anti-demokrasi, biasanya oposisi dianggap ancaman. Artinya beliau memahami bahwa demokrasi tidak harus seragam, tidak harus semua masuk pemerintah,” katanya.

Bahtra juga menyoroti sikap Presiden Prabowo terhadap Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Ia menilai hubungan keduanya menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak menghilangkan rasa hormat dan persaudaraan kebangsaan.

“Pak Prabowo menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak menghapus rasa hormat dan persaudaraan kebangsaan. Artinya beliau mengajarkan bahwa politik harus dijalankan dengan etika, penghormatan, dan jiwa besar,” ujarnya.

Berita Terkait:  Penipuan Rekrutmen ASN di Gresik Terbongkar, DPR Minta Sindikat Diusut Tuntas

Lebih lanjut, Bahtra meminta publik melihat kepemimpinan Presiden Prabowo berdasarkan kebijakan dan tindakan yang dijalankan saat ini.

Ia menilai Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, terbuka terhadap kritik, dan mengedepankan persatuan nasional.

Selain itu, Bahtra mengatakan konsolidasi nasional yang dilakukan pemerintah menjadi faktor penting untuk mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional, termasuk swasembada pangan, hilirisasi industri, industrialisasi nasional, dan pertumbuhan ekonomi.

“Target besar seperti swasembada pangan, hilirisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan stabilitas politik serta kerukunan antar pemimpin bangsa meskipun berbeda pandangan politik,” kata Bahtra. (r5/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca