Suarapena.com, JAKARTA – Komunitas Mahasiswa Peduli Pembangunan Indonesia (KMPPI) menyalakan alarm keras atas dugaan pemborosan anggaran negara dan praktik nepotisme yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU). Dalam aksinya, mereka mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera memberhentikan Menteri PU demi menjaga integritas dan efektivitas program pembangunan nasional.
Koordinator Lapangan KMPPI, Benny F, mengungkap soal penggunaan pesawat jet pribadi oleh sang Menteri untuk kunjungan kerja, padahal kondisi keuangan negara tengah mengalami tekanan besar.
“Negara sedang defisit Rp 321,6 triliun per Agustus ini, tapi Menteri malah memilih jet pribadi, bukan bisnis class yang sudah cukup,” kritik Benny dalam pernyataan resminya, Kamis (2/10/2025).
Tak hanya itu, Benny juga menyoroti dugaan kuat intervensi proyek yang melibatkan keluarga Menteri PU. Menurutnya, praktik nepotisme ini bahkan meluas ke beberapa balai di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Ada indikasi kuat keluarga Menteri ‘cawe-cawe’ proyek, termasuk pemberian proyek kepada tim sukses Pilkada Nganjuk dengan sistem fee 12% kepada swasta dan BUMN,” bebernya.
Adapun lima tuntutan KMPPI ialah:
1.Mengusut tuntas dugaan keterlibatan keluarga dalam proyek Kementerian PU, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
2.Menolak intervensi dan intimidasi terhadap kepala balai.
3.Menghentikan pemborosan anggaran, termasuk penggunaan pesawat jet pribadi untuk dinas pejabat.
4.Menghentikan kriminalisasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.
5.Mendesak Presiden mencopot Menteri PU agar program strategis nasional dijalankan oleh sosok yang kredibel dan profesional.
“Kita butuh pemimpin yang mampu bekerja sama dengan bawahannya, bukan yang malah jadi beban negara,” tandas Benny. (sp/pr)










