Suarapena.com, MAKASSAR – Aparat kepolisian membubarkan aksi tawuran yang melibatkan ratusan orang di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (8/5/2026) malam. Dalam peristiwa itu, tujuh orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan tawuran tersebut melibatkan sekitar 200 orang yang datang menggunakan sepeda motor.
“Dari laporan masyarakat terjadi tawuran yang melibatkan kurang lebih 200 orang menggunakan sepeda motor,” kata Wahiduddin, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, personel Polsek Panakkukang bersama Tim Trisula Polrestabes Makassar langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
“Tim dari Polsek Panakkukang dibantu Tim Trisula Polrestabes Makassar langsung menuju lokasi untuk melakukan pembubaran,” ujarnya.
Saat petugas tiba, sebagian besar peserta tawuran melarikan diri. Namun, polisi berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi kejadian saat melakukan penyisiran.
“Barang bukti ini ditemukan saat penyisiran di sekitar TKP. Kemungkinan barang tersebut milik para pelaku yang terlibat tawuran,” kata Wahiduddin.
Menurut dia, kelompok yang terlibat diduga merupakan geng motor yang kerap melakukan aksi serupa di Kota Makassar.
“Dugaan sementara ini kelompok geng motor. Dari informasi yang kami dapatkan, ada yang berasal dari kelompok geng D-Promos,” jelasnya.
Dari tujuh orang yang diamankan, enam di antaranya berstatus pelajar dan satu lainnya merupakan pekerja. Polisi juga menyebut satu orang yang diamankan bukan warga Kota Makassar.
Meski melibatkan ratusan orang, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal itu disebut karena aparat bergerak cepat membubarkan massa.
“Tidak ada korban jiwa karena anggota cepat turun bersama tim dari Polsek Panakkukang dan Tim Trisula Polrestabes Makassar, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah,” tuturnya.
Saat ini, ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Panakkukang. Polisi juga terus mendalami kasus tersebut dengan mencari rekaman CCTV dan alat bukti lainnya untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. (sp/dir)










