Scroll untuk baca artikel

Ekbis

Angka Pengangguran Turun, Kebijakan Diklaim Sudah On The Right Track

×

Angka Pengangguran Turun, Kebijakan Diklaim Sudah On The Right Track

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

SUARAPENA.COM – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan performa dari APBN dalam konteks stabilitas fiskalnya dinilai sangat menggembirakan.

“Per 31 Maret kuartal pertama, kondisi APBN kita sehat di mana pendapatan negara tumbuh sangat tinggi mencapai 32,1 persen,” ujar Febrio dalam keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ia juga menyampaikan kabar baik lainnya terkait angka pengangguran yang terus menurun.

Menurutnya, hal tersebut menandakan kebijakan yang diambil pemerintah selama 2020-2022 sudah sangat baik.

“Di tahun 2021 pengangguran sudah menurun, kemudian 2022 kembali menurun lagi. Ini menunjukan bahwa arah kebijakan kita sudah on the right track,” katanya.

Berita Terkait:  Tahun Kerbau Logam 2021 Jababeka Siap Kembangkan Smart Township

Di sisi lain, ia juga menilai realisasi dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan April 2022 sudah berjalan dengan baik.

Terutama dalam konteks penanganan kesehatan berupa pemberian insentif-insentif yang sudah disiapkan.

“Perlindungan masyarakat juga sudah berjalan sesuai dengan jadwal, seperti penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Kartu Pra Kerja menjadi bagian alasan hasil perekonomian yang terus membaik,” tutur Febrio.

Selain semakin kuat dan baik, Febrio juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi juga harus tetap berkualitas.

Ini tercermin dari tingkat pengangguran yang menurun diimbangi dengan tingkat kemiskinan yang juga terus menurun. Bahkan hingga ke tingkat ketimpangan yang terus membaik.

Berita Terkait:  Ini Beasiswa Pascasarjana S2 Dalam dan Luar Negeri Tahun 2022

Kedepan, diharapkan pemerintah terus dapat merancang kebijakan-kebijakan untuk menghadapi tantangan yang berbeda.

“2022 kita tetap optimis walaupun kita dihadapkan pada challenge yang berbeda dalam jangka menengah,” ungkapnya.

Pada tahun 2022 hingga 2026, reformasi akan terus dilakukan dari sisi struktural. Terutama dalam kemudahan berusaha, juga dengan menaikkan daya saing hilirisasi dan mendorong industrialisasi lebih kuat lagi.

Selain itu, reform juga akan dilakukan dari sektor ekonomi digital, ekonomi hijau, serta sektor keuangan.

“Dengan begitu, diharapkan produktivitas akan meningkat sehingga skenario pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah ini menjadi cukup menjanjikan bagi perekonomian,” katanya. (Bo/cr01)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca