Suarapena.com, TANGERANG – Suasana tenang langsung terasa saat memasuki ruang perawatan Meta Face Acupressure di Kota Tangerang. Pencahayaan temaram dan alunan musik relaksasi menyambut setiap pelanggan yang datang.
Di tempat itu, Melly Meta menyapa tamunya dengan senyum hangat. Perempuan yang dikenal sebagai terapis tersebut kini mendapat julukan “Ratu Totok” dari para pelanggannya.
Julukan itu bukan tanpa alasan. Sentuhan tangan Melly dipercaya mampu memberikan rasa nyaman sekaligus membantu meredakan berbagai keluhan tubuh yang dialami pelanggan.
Melly mengatakan, ketertarikannya terhadap dunia terapi dan perawatan tubuh sudah tumbuh sejak lama. Namun, ia menyadari bahwa kemampuan alami saja tidak cukup untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Karena itu, ia memilih memperdalam pengetahuan dan keterampilannya dengan mengikuti berbagai pelatihan.
“Saya merasa harus belajar lebih banyak untuk memahami teknik-teknik yang benar. Karena itu saya mengikuti berbagai pelatihan dan terus mengembangkan kemampuan yang saya miliki,” kata Melly, Jumat (19/6/2026).
Dari proses tersebut, lahirlah Meta Face Acupressure yang kini menawarkan berbagai layanan perawatan, mulai dari face acupressure atau totok wajah, full body massage, scrub tubuh, hingga terapi untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan tubuh yang kaku.
Menurut Melly, salah satu hal yang menjadi perhatian utamanya adalah memberikan pelayanan secara detail kepada setiap pelanggan.
Saat melakukan totok wajah, misalnya, ia tidak hanya berfokus pada area wajah. Melly juga memberikan terapi pada area leher, bahu, dan punggung bagian atas agar pelanggan mendapatkan relaksasi yang lebih menyeluruh.
“Saya tidak pernah mengatakan teknik saya lebih baik dari yang lain. Tetapi saya selalu berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dan lebih detail. Mungkin itu yang membuat pelanggan merasa nyaman,” ujarnya.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada layanan full body massage dan scrub tubuh.
Sebelum pemijatan dimulai, pelanggan terlebih dahulu diajak merendam kaki menggunakan air hangat yang dicampur garam terapi. Setelah itu, proses pemijatan dilakukan secara menyeluruh mulai dari telapak kaki hingga bagian punggung.
Sementara pada layanan scrub, Melly menggunakan lulur susu yang diaplikasikan ke seluruh tubuh secara detail.
“Bagi saya, setiap tahapan perawatan harus dilakukan dengan teliti agar pelanggan benar-benar merasakan manfaatnya,” kata dia.
Konsistensi dalam memberikan pelayanan membuat Meta Face Acupressure memiliki pelanggan dari berbagai kalangan usia. Mulai dari remaja, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga lansia berusia lebih dari 80 tahun pernah menjalani perawatan di tempat tersebut.
Meta Face Acupressure juga mengusung konsep women only atau khusus perempuan.
Menurut Melly, konsep tersebut diterapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan selama menjalani perawatan.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu ia tetap dapat memberikan layanan terapi kepada pelanggan laki-laki dengan ketentuan dan pendampingan yang sesuai.
Selain layanan utama, pelanggan juga mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti kamar mandi dengan water heater, perlengkapan mandi, handuk, serta minuman herbal berupa jahe susu atau jahe cokelat setelah perawatan selesai.
Durasi perawatan yang ditawarkan bervariasi, mulai dari satu jam hingga empat jam untuk paket lengkap.
Di tengah menjamurnya bisnis kecantikan dan relaksasi, Melly memilih tetap mengedepankan sentuhan personal dalam setiap layanan yang diberikan.
Hampir seluruh proses perawatan dilakukan langsung olehnya. Baginya, kepuasan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh hasil perawatan, tetapi juga pengalaman dan kenyamanan yang dirasakan selama berada di Meta Face Acupressure. (sp/pr)










