Suarapena.com, BANDUNG – Industri alas kaki di Kota Bandung kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Brand lokal Vinedrip Masterpiece asal Cibaduyut, terus memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar Asia sekaligus mendorong generasi muda untuk melirik industri sepatu sebagai peluang usaha dan karier.
Pemilik Vinedrip Masterpiece, Kharel Sabli Khosy, mengatakan perusahaan yang ia rintis tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada upaya membangun kepercayaan terhadap produk lokal Indonesia.
“Kami ingin membuktikan bahwa brand lokal Indonesia bisa bersaing dengan brand luar, baik dari sisi kualitas maupun daya saingnya. Bahkan kami ingin produk ini bisa semakin dikenal di pasar internasional,” kata Kharel, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global apabila dikembangkan secara konsisten dengan standar kualitas yang baik.
Upaya ekspansi tersebut mulai menunjukkan hasil. Saat ini, Vinedrip Masterpiece telah menembus pasar Malaysia dan Thailand melalui platform e-commerce. Perusahaan juga menyiapkan strategi pengembangan pasar internasional melalui kanal digital, termasuk penguatan situs resmi sebagai sarana penjualan global.
Selain ekspansi bisnis, Kharel juga menyoroti pentingnya regenerasi pelaku industri alas kaki di Bandung. Ia menilai sektor ini masih memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.
Bandung, kata dia, memiliki ekosistem industri yang lengkap, mulai dari pemasok bahan baku, tenaga kerja terampil, hingga komunitas kreatif yang mendukung pertumbuhan brand lokal.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa industri sepatu juga menawarkan peluang kerja yang baik. Bandung punya ekosistem kreatif yang lengkap, mulai dari supplier, SDM hingga komunitas. Tinggal bagaimana kita berani memulai,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu memulai usaha di sektor kreatif, termasuk industri alas kaki, serta terus berinovasi dalam mengembangkan produk.
“Jangan hanya berhenti di perencanaan. Mulai saja dulu, karena dari tindakan kita bisa terus belajar dan memperbaiki. Dengan semakin banyak brand lokal yang tumbuh, roda perekonomian juga ikut bergerak dari hulu hingga hilir,” kata dia. (sp/ky)










