Di tengah sambutannya, Ganjar sempat kagum dengan kemampuan seorang siswi yang dipanggil. Diketahui, siswi itu bernama Sholikhul Khoiriyah asal SMA Negeri 3 Semarang. Dengan lantang dan lugas, siswi dari Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan ini menjawab semua pertanyaan gubernur, termasuk siapa guru idolanya yang mengajar Pancasila bikin masuk di hati.
“Bu Erni (guru idolanya). Kalau mengajarkan PPKN di kelas, kami dibikin kelompok. Buat seperti pemecahan masalah, presentasi. Jadi kami tidak hanya paham tentang materinya, tapi juga presentasinya,” ujarnya.
Khoir, sapaannya mengaku, dia mendapatkan pesan dari gubernur untuk mengamalkan ilmu yang didapat di sekolah, untuk menyebarkan kebaikan dan penguatan karakter kebangsaan di lingkungan sekitar, khususnya di sekolah, untuk Indonesia yang lebih maju lagi.
“Untuk bisa melanjutkan penguatan dengan cara yang lebih bahagia, lebih menyenangkan dan lebih representatif untuk remaja-remaja di sekitar,” kata Khoir.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Profesor Yudian Wahyudi mengatakan, pihaknya ingin anak-anak bisa memegang teguh Pancasila. Termasuk menjadi generasi yang memanusiakan manusia, serta generasi yang merawat persatuan, mengingat tantangan bagi anak di masa yang akan datang akan sangat kompleks. (Hms)










