Suarapena.com, KLATEN – Para perempuan di Desa Pengkol, Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus berupaya mengembangkan usaha kerajinan tas rajut berbahan benang yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Merajut Harapan, mereka memproduksi berbagai jenis tas rajut dengan aneka motif dan warna untuk dipasarkan ke sejumlah daerah.
Salah satu pengrajin, Ummu Istiqomah (44), mengatakan keterampilan merajut diperolehnya sejak kecil dengan melihat sang ibu dan nenek membuat tas rajut.
“Dulu melihat ibu dan mbah merajut, lama-lama jadi bisa sendiri. Di Desa Kaligawe ini kebanyakan perempuan memang bisa merajut,” ujar Ummu, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, bahan utama yang digunakan ialah benang katun yang dirajut menjadi berbagai model tas. Produk tersebut dijual dengan harga mulai Rp 7.000 hingga Rp 35.000 tergantung tingkat kesulitan dan motif.
Ummu menuturkan, dirinya bersama sekitar 10 perempuan lainnya tergabung dalam KUBE Merajut Harapan sejak 2024. Kelompok tersebut dibentuk untuk mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Dalam sehari, kelompok itu mampu menghasilkan sekitar 40 tas rajut.
“Hasilnya ada yang dipasarkan lewat pengepul dan ada juga yang dijual sendiri,” katanya.
Pemasaran tas rajut buatan warga Kaligawe kini tidak hanya di wilayah sekitar Klaten. Produk mereka bahkan telah dibeli konsumen dari luar daerah hingga Bali.
“Paling jauh pembeli dari Bali,” ucap Ummu.
Keberadaan KUBE Merajut Harapan dinilai mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain mempertahankan tradisi kerajinan yang telah berlangsung lama, para perempuan di Desa Kaligawe juga berharap produk tas rajut mereka dapat semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas. (sp/pr)










