Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

DPR Tolak Wacana Penghapusan Prodi Keguruan, Soroti Krisis Guru di Daerah Terpencil

×

DPR Tolak Wacana Penghapusan Prodi Keguruan, Soroti Krisis Guru di Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati angkat suara soal wacana penghapusan Prodi Keguruan, soroti krisis Guru di daerah terpencil.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati angkat suara soal wacana penghapusan Prodi Keguruan, soroti krisis Guru di daerah terpencil.

Suarapena.com, JAKARTA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 diwarnai kritik dari parlemen terkait wacana penghapusan Program Studi (Prodi) Keguruan di perguruan tinggi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Ia menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan kebutuhan pendidikan nasional, terutama di tengah kekurangan guru di sejumlah daerah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Dalam peringatan Hardiknas ini, kami menyuarakan penolakan terhadap penghapusan Prodi Keguruan,” kata Esti dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Berita Terkait:  Turun Lapangan, Kesejahteraan hingga Kompetensi Guru Jadi Sorotan dalam Revisi RUU Sisdiknas

Menurut dia, wacana yang sempat muncul dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi perlu dikaji ulang secara komprehensif. Pasalnya, hingga kini masih banyak wilayah, khususnya daerah terpencil, yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Esti menilai penghapusan Prodi Keguruan justru berpotensi memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan kembali rencana tersebut dengan melihat kondisi riil di lapangan.

“Kami meminta agar wacana ini dikaji lebih mendalam. Faktanya, banyak daerah terpencil masih kekurangan guru,” ujarnya.

Berita Terkait:  Komisi X DPR RI Sebut Hardiknas Jadi Momentum Kawal Anggaran Pendidikan agar Tepat Sasaran

Ia menambahkan, keberadaan Prodi Keguruan memiliki peran penting dalam mencetak tenaga pendidik yang berkualitas. Guru, kata dia, merupakan elemen utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Alih-alih menghapus Prodi Keguruan, Esti mendorong pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan guru serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan negara hadir bagi seluruh anak bangsa. Dari tangan para guru, masa depan generasi bangsa dibentuk,” katanya. (r5/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca