Scroll untuk baca artikel

KulturalSuara Jabar

Dr. Djunjunan dan Paguyuban Pasundan, 110 Tahun Cetak Generasi Terbaik dari Kota Bandung

×

Dr. Djunjunan dan Paguyuban Pasundan, 110 Tahun Cetak Generasi Terbaik dari Kota Bandung

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BANDUNG – Siapapun yang pernah ke Kota Bandung pasti familier dengan nama Jalan Dr. Djunjunan. Ternyata, Dr. Djunjunan adalah salah satu pendiri perkumpulan terbesar dan tertua se-Indonesia. Perkumpulan itu bernama Paguyuban Pasundan.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi menerangkan, didirikannya paguyuban ini bermula dari para mahasiswa yang berasal dari Kota Bandung.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kala suasana keterjajahan saat itu, para siswa kedokteran yang memiliki kesadaran merasa perlu dibentuknya sebuah organisasi untuk menghimpun kebersamaan dalam rangka mewujudkan sebenarnya untuk kemerdekaan.

“Dari awal sudah berpikir seperti itu, makanya para mahasiswa kedokteran berkumpul dan bersepakat pada tanggal 20 Juli 1913 mendirikan organisasi yang namanya Paguyuban Pasundan. Salah satu pendirinya adalah Dr. Djunjunan,” terang Didi.

Berita Terkait:  Sejak 2018 Waktoe Loeang Studio Hadir, Jadi Wadah Kreativitas di Bandung

Organisasi ini memiliki karakter perjuangan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki harkat dan martabat, khususnya masyarakat yang berasal dari tatar Sunda.

Sejak dulu, Paguyuban Pasundan memiliki dua misi, yakni memerangi kebodohan dan kemiskinan, juga menjaga, memelihara, mengembangkan budaya Sunda serta nilai-nilai agama.

“Misi tersebut sampai saat ini masih tetap konsisten dilakukan Paguyuban Pasundan. Organisasi ini tidak hanya di Kota Bandung, hampir di tiap provinsi dan negara ada,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pemkot Bandung Segera Bangun Kolam Retensi GunaAtasi Banjir di Kelurahan Babakan

Untuk mengejawantahkan dua misi tersebut, Paguyuban Pasundan pun bergerak di beberapa bidang salah satunya bidang pendidikan. Pada tahun 1922 lahirlah Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Pasoendan. Ternyata kualitasnya bisa mengalahkan kualitas sekolah-sekolah yang ada saat itu. 

Bahkan, melahirkan banyak lulusan yang menjadi tokoh penting, seperti Umar Wirahadikusumah, wakil presiden RI ke-4. Ada juga yang jadi Gubernur Jabar, Pak Mashudi. Ada juga yang jadi rektor dan Menteri Pertanian.

“Paguyuban Pasundan melahirkan SDM yang andal untuk Bandung dan Indonesia,” akunya.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca