Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Perbaikan 2.500 Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

×

Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Perbaikan 2.500 Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bekasi melalui Disperkimtan menargetkan 2.500 rumah tidak layak huni rampung diperbaiki akhir tahun 2023. (Foto: ilustrasi/net)
Pemkab Bekasi melalui Disperkimtan menargetkan 2.500 rumah tidak layak huni rampung diperbaiki akhir tahun 2023. (Foto: ilustrasi/net)

Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) terus menggenjot perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Itu semua dilakukan dalam rangka mewujudkan program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir menyatakan, jumlah pembangunan Rutilahu tahun 2023 mencapai 2.500 titik. Saat ini, sudah diselesaikan sebanyak 186 rumah. Pihaknya juga menargetkan agar realisasi perbaikan ini rampung pada akhir tahun 2023.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Jadi dari 2.500 titik sekarang sudah selesai kurang lebih 186. Kita targetkan sampai Bulan November 2023. Insya Allah bisa selesai 100 persen,” kata Nur Chaidir, Rabu (5/7/2023).

Berita Terkait:  Asik... Karyawan Teladan Disperkimtan Dapat Apresiasi dan Penghargaan

Berdasarkan hasil monitoringnya di lapangan, proses perbaikan Rutilahu ini terus berjalan. Pengerjaannya pun sudah ada yang mencapai 50 sampai 70 persen.

“Ya, pengerjaan lanjutan sudah ada yang mencapai 50 hingga 70 persen. Intinya masih berproses masih bergerak terus,” ucap dia.

Berita Terkait:  Disperkimtan Tinjau Lokasi Warga Terdampak Longsor Aliran Sungai Cipamingkis

Terakhir, dia menambahkan bahwa program Rutilahu ini selain sebagai upaya menurunkan pengentasan kemiskinan ekstrem, juga sebagai pengentasan stunting di Kabupaten Bekasi.

“Dari target sendiri, program Rutilahu ini dalam rangka kaitannya untuk penurunan kemiskinan ekstrem. Jadi dari Disperkimtan kita intervensinya dari segi sarana prasarana tempat tinggalnya,” katanya. (Sp/dan)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca