Suarapena.com, PARIS – Eropa berencana meluncurkan roket Ariane 6 pertama, yakni peluncur ruang angkasa generasi berikutnya, pada kuartal keempat 2023. Badan Antariksa Eropa European Space Agency (ESA) mengatakan pada Rabu seperti dikutip dari Reuters.
Badan yang beranggotakan 22 negara itu sebelumnya mengatakan, menunda peluncuran pertama dari 2022 hingga 2023 tanpa memberikan perincian.
Ariane 6 sedang dikembangkan oleh ArianeGroup, perusahaan patungan Airbus (AIR.PA) dan Safran (SAF.PA) , atas nama ESA dalam upaya untuk mengurangi biaya peluncuran dalam menghadapi persaingan swasta baru dari SpaceX dan untuk mengamankan akses Eropa ke luar angkasa.
Dikembangkan dengan biaya hanya di bawah 4 miliar euro ($ 3,9 miliar) dan awalnya ditetapkan untuk peluncuran perdana pada Juli 2020, proyek ini telah mengalami serangkaian penundaan.
Didukung oleh pesanan besar dari Amazon untuk konstelasi Project Kuiper awal tahun ini, anak perusahaan ArianeGroup Arianespace, yang mengoperasikan peluncuran, mengatakan telah memenangkan total 29 pesanan untuk Ariane 6 dan 7 untuk Vega C yang lebih kecil.










