Suarapena.com, BEKASI – Sebagai bentuk toleransi terhadap keragaman beragama di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri dan meresmikan Gedung Pasraman di Pura Tirta Agung Bhuana, Jakasampurna, Bekasi Barat, pada Sabtu (09/09/2023) sore.
Gedung Pasraman Tirta Bhuana merupakan tempat untuk umat Hindu di Kota Bekasi belajar dan menggali ilmu-ilmu Agama Hindu serta melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Gedung ini dibangun berkat kerjasama antara tim Banjar Bekasi Peduli yang terdiri dari umat Hindu dan para donatur yang peduli.
Tim Banjar Bekasi Peduli juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Tri Adhianto mengucapkan apresiasi atas keberadaan Gedung Pasraman Tirta Bhuana dan segala inisiatif kemanusiaan yang dilakukan oleh tim Banjar Bekasi Peduli. Menurutnya, hal ini menunjukkan harmonisasi yang kuat antara umat Hindu dan masyarakat Kota Bekasi.
“Harmonisasi ini terlihat dari semangat gotong royong dan berbagi yang ditunjukkan oleh umat Hindu dalam membangun Gedung Pasraman ini yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif bagi umat Hindu se- Kota Bekasi, termasuk kegiatan belajar ilmu Agama Hindu.”
“Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak yang mengerti dan menjalankan nilai-nilai ajaran Agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu Agama yang memiliki wawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman,” kata Tri dalam sambutannya.
Tri Adhianto juga berterima kasih kepada umat Hindu yang telah berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kota Bekasi.
“Saya ucapkan terima kasih atas peran serta umat Hindu dalam mewujudkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, dan saya harap agar lingkungan tetap terjaga aman dan nyaman, perlu kesadaran tinggi untuk saling guyub.”
“Mari ajak umat-umat lainnya dengan memberi pesan untuk tidak membeda-bedakan, junjung tinggi toleransi, eratkan silaturahmi, sehingga dapat terbina Bhinneka Tunggal Ika yang kokoh tanpa perselisihan dan tanpa membeda-bedakan,” tutup Tri. (pr/wan)










