Suarapena.com, MAKASSAR – Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling, Sultan Anwar, menggagas inovasi Anjungan Tahfidz Mandiri (ATM) untuk membiasakan siswa menghafal Al-Qur’an secara mandiri dan terarah.
Program ini menggunakan Buku Tabungan Tahfidz untuk mencatat target dan perkembangan hafalan siswa. Peserta didik berlatih di rumah sebelum menyetorkan hafalan kepada guru untuk dinilai berdasarkan kelancaran, ketepatan ayat, makharijul huruf, dan tajwid. Hafalan yang belum memenuhi kriteria harus diperbaiki dan disetorkan kembali.
Selain menghafal ayat baru, siswa juga dibiasakan melakukan murajaah atau mengulang hafalan sebelumnya. Metode ini bertujuan membentuk kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Kepala UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling sekaligus penanggung jawab inovasi, Suciyani Suaeb, mendukung penerapan ATM sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran di sekolah.
“Inovasi ATM ini adalah salah satu bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung kreativitas guru. Program ini tidak hanya mengajarkan anak menghafal ayat, tetapi juga membangun karakter melalui kedisiplinan di sekolah dan pembiasaan baik bersama orang tua di rumah,” kata Suciyani, Selasa (13/10/2026).
ATM menggunakan buku dan alat tulis sehingga tidak membutuhkan telepon pintar. Orang tua dapat mendampingi anak berlatih di rumah, sementara guru memantau perkembangan hafalan melalui catatan setoran. Ke depan, sistem pencatatan ini berpotensi dikembangkan secara digital.
Melalui program tersebut, SD Negeri 67 Rappokalling berharap pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti semakin terarah serta membangun kebiasaan mencintai Al-Qur’an sejak dini.
ATM mengusung slogan “Menabung Hafalan, Memanen Kebaikan, Mencintai Al-Qur’an.” (sp/dir)







