Suarapena.com, MAKASSAR – UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling resmi melantik 16 siswa sebagai Kader Adiwiyata Sekolah yang akan bertugas menjadi penggerak berbagai program pelestarian lingkungan di lingkungan sekolah. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling, Suciyani Suaeb, pada Selasa (21/7/2026).
Pembentukan Kader Adiwiyata merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik sekaligus mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Kepala UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling, Suciyani, mengatakan bahwa program tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif peserta didik dalam menjaga lingkungan sejak usia dini.
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah bagi siswa untuk belajar sekaligus mempraktikkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka dapat menjadi contoh dan mengajak seluruh warga sekolah menjaga kebersihan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan,” kata Suciyani.
Menurut dia, para kader akan dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi dan air, hingga pelaksanaan kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung pelaksanaan program, sekolah membentuk sejumlah Kelompok Kerja (Pokja) yang didampingi oleh guru pembina. Pokja tersebut terdiri atas Pokja Kebersihan dan Sanitasi, Pokja Pengelola Sampah yang didampingi Artini, Pokja Keanekaragaman Hayati yang didampingi A. Nuraini dan Nurhana Rapi, serta Pokja Penghematan dan Konservasi Energi dan Air yang didampingi Ainul Mardhiah, dengan fokus pada konservasi air.
Sementara itu, kepengurusan Kader Adiwiyata Sekolah dipimpin oleh Sultan Anwar yang dipercaya sebagai Ketua Tim Adiwiyata Sekolah. Bersama anggota lainnya, ia akan mengoordinasikan pelaksanaan berbagai program lingkungan yang telah disusun sekolah.
Melalui pembentukan kepengurusan dan kelompok kerja tersebut, UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling berharap seluruh warga sekolah dapat terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Sekolah juga menargetkan agar nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diterapkan selama kegiatan Adiwiyata berlangsung, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seluruh peserta didik. (sp/dir)







