Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Petakan Titik Rawan Bencana Alam

×

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Petakan Titik Rawan Bencana Alam

Sebarkan artikel ini

Diakui, tak bisa dipungkiri jika ada kejadian bencana seperti longsor, tidak menutup kemungkinan juga merusak rumah. Mengingat, rumah memang telah ada di daerah rawan sejak sebelum kejadian.

“Yang penting, harapan kami tidak terjadi korban jiwa,” ucapnya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Bergas mencontohkan, kejadian di Kedungbener, Kabupaten Kebumen, Sabtu (8/10/2022) yang menimbulkan satu orang meninggal dunia. Jika dilihat, lokasinya setengah aman, karena permukiman jauh dari tebing. Tapi ternyata saat tebing longsor dan menutup aliran sungai, justru itu yang bermasalah, karena air mengarah ke jalur lain, yang menimbulkan korban jiwa.

Berita Terkait:  Kolaborasi, Tanggul yang Jebol Akibat Banjir Rob di Semarang Diperbaiki

Ndilalah jalur lain itu masuk rumah menghantam wilayah permukiman. Akhirnya terdampak juga. Bukan akibat longsor, tapi banjir bandangnya yang menimbulkan korban. Longsornya enggak apa-apa cuma nutup sungai saja. Tapi sungai kebendung mencari jalan sendiri, akhirnya satu korban dinyatakan hilang, dan satu hari berikutnya ditemukan meninggal dunia sekitar 12 km dari titik kejadian,” bebernya.

Berita Terkait:  BPBD DKI Jakarta Siapkan 267 Petugas dan Peralatan untuk Evakuasi Banjir

Terbaru, jalur Banjarnegara-Dieng via Karangkobar tertimbun longsor. Namun, pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jateng segera menindaklanjuti.

“Setelah informasi kita terima, sudah segera ditindaklanjuti pihak BMCK Provinsi untuk ditindak. Ini mungkin sudah dilakukan evakuasi pembukaan jalur, karena alat berat sudah di titik lokasi,” pungkasnya. (Ak/Ul)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca