Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Sulsel

Kabut Asap Selimuti Makassar, Warga Mulai Keluhkan Gangguan Kesehatan

×

Kabut Asap Selimuti Makassar, Warga Mulai Keluhkan Gangguan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kabut asap buat kualitas udara di Makassar jadi buruk, warga mulai keluhkan gangguan kesehatan.
Kabut asap buat kualitas udara di Makassar jadi buruk, warga mulai keluhkan gangguan kesehatan.

Suarapena.com, MAKASSAR – Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah pada Selasa (13/10/2026). Kondisi tersebut mulai dikeluhkan warga yang mengalami mata perih hingga sakit tenggorokan.

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, konsentrasi partikulat halus atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) tercatat mencapai 71,5 mikrogram per meter kubik pada pagi hari.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 113,5 mikrogram per meter kubik pada sore hari.

Peningkatan konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

Bayi dan balita, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.

BMKG menjelaskan, memburuknya kualitas udara di Makassar berkaitan dengan akumulasi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemodelan yang disampaikan, asap dari wilayah Merauke, Papua Selatan, terbawa angin timur menuju Sulawesi Selatan.

Berita Terkait:  Tidak Dibenarkan Pemotongan Jaspel Oleh Siapapun

Kondisi tersebut turut diperparah oleh titik kebakaran lahan di sejumlah wilayah sekitar serta musim kemarau berkepanjangan yang membuat partikel asap bertahan di atmosfer.

Di Makassar, kabut asap menyebabkan suasana kota tampak redup dan mengurangi jarak pandang. Kondisi tersebut membuat warga perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang warga Makassar, Aryanti, mengaku merasakan dampak kabut asap yang menyelimuti kota. Selain mengalami mata perih dan sakit tenggorokan, dia juga mengkhawatirkan kondisi anaknya yang masih bayi.

“Saya rasakan mata saya pedih, tenggorokan saya sakit. Anak saya yang masih bayi juga sering gelisah selama udara seperti ini,” ujar Aryanti, Selasa (13/10/2026).

Aryanti berharap kondisi udara segera membaik. Dia khawatir paparan asap berkepanjangan dapat berdampak terhadap kesehatan anaknya yang masih rentan.

Paparan polusi udara, terutama partikel PM2.5, perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan pada orang yang sensitif terhadap polusi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan kabut asap, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Berita Terkait:  Anggota Komisi IV Nilai Pendekatan Kearifan Lokal Bisa jadi Kunci dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Warga disarankan menggunakan masker yang sesuai, membatasi aktivitas fisik di luar rumah, serta memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi resmi.

Langkah pencegahan tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan lainnya.

Apabila mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan kesehatan yang semakin berat, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.

Sementara itu, BMKG terus berkoordinasi dengan pihak meteorologi penerbangan untuk memantau perkembangan kabut asap dan kemungkinan dampaknya terhadap aktivitas transportasi udara.

Berdasarkan perkiraan yang disampaikan, konsentrasi kabut asap diprediksi mulai berangsur berkurang pada 15-16 Oktober 2026.

Meski demikian, perkembangan kondisi udara masih bergantung pada dinamika atmosfer dan pergerakan angin.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan untuk meminimalkan dampak kabut asap, termasuk meningkatkan pemantauan kualitas udara dan memberikan informasi berkala kepada warga.

Hingga kondisi udara kembali membaik, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengutamakan perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. (sp/dir)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca