“Karena mendapat arahan dari dokter bahwa obat anti rabies bisa di dapat di dinas kesehatan kami langsung ke sana, dari dinas kesehatan menyatakan untuk dapat obat tersebut harus ada rekomendasi dari RSUD,” sambungnya.
“Pada saat perawat menemui dokter DNS disitulah awal keributan nya, kalimat tidak pantas pun terlontar dari mulut sang dokter, siapa yang nyuruh minta kata dokter DNS ke perawat dengan nada tinggi, dan saya ada di samping perawat pada saat itu,” tutur Muhtar.
Selain bicara dengan nada tinggi saat diminta surat rekomendasi pengambilan obat rabies, Muhktar mengatakan DNS juga sempat melontarkan tantangan untuk mengadukan persoalan tersebut kepada LSM dan Media.
“Silahkan laporkan sama LSM dan Media masalah ini saya tidak takut,” ucap Muhtar menirukan bahasa dokter DN.










