Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Kepala BKKBN Sebut Rembang Bisa jadi Contoh Kabupaten Lain Soal Ini

×

Kepala BKKBN Sebut Rembang Bisa jadi Contoh Kabupaten Lain Soal Ini

Sebarkan artikel ini
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

SUARAPENA.COM – Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut  ada sekitar 18 persen angka rata-rata kasus stunting di Kabupaten Rembang.

Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja bersama Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto di Pendapa Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Menurutnya, angka tersebut terbilang bagus jika dibandingkan dengan angka rata-rata kasus stunting nasional (yang) masih di angka 24,4 persen.

“Rembang ini angka stuntingnya bagus. Cita-cita Pak Presiden kan nanti 2024, 14 persen paling tinggi. Kami optimis, rembang bisa mencapai 14 persen dan bisa untuk contoh kabupaten-kabupaten lain,” ucap Hasto.

Hasto melihat hal ini dapat diperoleh oleh Kabupaten Rembang lantaran berkat kerjasama semua elemen. Mereka mau bahu membahu untuk menuntaskan stunting.

Berita Terkait:  Bupati Safrial Terima Kuker Waket PN Jambi

“Saya melihat (kekompakan) itu, mulai dari bidan, kader keluarga, dan masyarakat lain bergerak sangat luar biasa di Kabupaten Rembang,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemkab terus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai angka stunting 14 persen.

Kolaborasi BKKBN dan pemkab dengan kader keluarga bergerak di tingkat desa harus menjadi fokus dengan peta keluarga.

Karena dengan begitu, Edy menyakini segala potensi yang dimiliki pemkab tentang stunting dapat ditekan hingga 14 persen pada 2024 mendatang.

“Rembang apa aja ada, ikan, kelor ya ada. Itu semua persoalan yang bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Program MBG Digenjot, Pemerintah dan DPR Mantapkan Langkah Kurangi Stunting di Bekasi

Di samping itu, ia juga mendukung keinginan Bupati Rembang tentang adanya rumah sakit di wilayah Rembang bagian timur.

Menurutnya, hal itu penting karena untuk mengantisipasi adanya ibu hamil yang mau melahirkan di wilayah timur. Sehingga dapat meminimalisasi terjadinya hal yang tak diinginkan.

Sementara, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan pihaknya akan terus mengupayakan secara masif terhadap para kader untuk terus bersama bergerak menekan angka stunting di Kabupaten Rembang.

Sehingga, kata dia, persoalan stunting di Kabupaten Rembang dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan dan ditargetkan.

“Bahkan, (jika perlu) semua ini harus kita payungi dengan peraturan-peraturan yang mendasari, bahkan sampai ke Perbup,” ucapnya. (Bo/Hs/cr08)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca