Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Program MBG Digenjot, Pemerintah dan DPR Mantapkan Langkah Kurangi Stunting di Bekasi

×

Program MBG Digenjot, Pemerintah dan DPR Mantapkan Langkah Kurangi Stunting di Bekasi

Sebarkan artikel ini
BGN dan DPR saat melakukan sosialisasi program MBG untuk menekan angka stunting di Bekasi.
BGN dan DPR saat melakukan sosialisasi program MBG untuk menekan angka stunting di Bekasi.

Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif nasional yang dirancang untuk menekan angka stunting dan membangun fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul. Program ini menjadi bagian penting dalam mengejar visi Indonesia Emas 2045.

Pada Sabtu (8/11/2025), DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di GOR Serbaguna Samudera Jaya, Kabupaten Bekasi. Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Ndaru Kusumajati, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, serta ratusan warga yang hadir mengikuti sosialisasi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam paparannya, Putih Sari menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi di tingkat masyarakat. Melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), masyarakat dapat terlibat langsung dalam penyediaan layanan gizi sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Berita Terkait:  Sosialisasi Program MBG di Bekasi Dorong Kolaborasi dan Pemahaman Publik

“Selain memberikan pemenuhan gizi yang optimal bagi anak-anak Indonesia, kita berharap keberadaan SPPG dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terus berkembang,” ujar Putih Sari dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sebagai program strategis nasional, MBG harus mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah daerah hingga tingkat keluarga agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif.

Perhatian serupa juga disampaikan Ndaru Kusumajati. Ia menekankan pentingnya edukasi gizi seimbang sejak usia dini, mengingat kebutuhan gizi yang tepat berpengaruh langsung pada perkembangan kognitif, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak.

Berita Terkait:  DPR Sahkan UU PPRT Setelah 22 Tahun Pembahasan, Komisi IX Janji Kawal Aturan Turunan

“Kita berharap masyarakat memahami bahwa pemenuhan gizi yang tepat merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam meminta pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam menyukseskan program MBG. Ia menilai keberhasilan penguatan gizi anak merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dapat meningkat. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca