Suarapena.com, JAKARTA – Pada April hingga Juli 2025, Monumen Nasional Indonesia (Monas) menjadi saksi pentingnya perjalanan sejarah perempuan Indonesia melalui pameran bertajuk “Sunting: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan”.
Pameran ini menampilkan koleksi berharga peninggalan RA Kartini, termasuk kebaya, stempel, surat, baki surat, dan berbagai foto yang menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangannya.
Retna Diah Radityawati, Sub Koordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, menyambut antusias partisipasi Museum RA Kartini dalam pameran tersebut.
Menurut Retna, hadirnya benda-benda bersejarah ini tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun narasi perempuan sebagai agen perubahan yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
“Pengunjung Museum Nasional itu tidak hanya dari lokal, mereka juga akan tertarik ketika melihat benda-benda seperti kebaya Kartini. Ini bisa menjadi pemicu bagi mereka untuk mengenal lebih dalam tentang koleksi lainnya yang ada di museum,” ungkap Retna, Rabu (21/5/2025).
Ini bukan kali pertama Museum RA Kartini mengikuti pameran di luar kota. Sebelumnya, mereka juga ikut berpartisipasi dalam pameran di Museum 10 November Surabaya.
Retna mengungkap bahwa pengalaman tersebut memberikan dampak positif yang luar biasa, dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari luar daerah, serta kerjasama dengan biro perjalanan wisata.
“Setelah pameran di Surabaya, banyak biro wisata yang tertarik untuk menghubungkan wisatawan dengan Museum RA Kartini. Kini, museum kami bukan hanya menjadi destinasi wisata edukatif, tetapi juga bagian dari paket wisata ziarah yang ditawarkan oleh berbagai biro perjalanan,” tambahnya.
Pameran ini bukan hanya memberi penghormatan terhadap RA Kartini sebagai simbol perjuangan perempuan, tetapi juga menjadi peluang besar bagi Museum RA Kartini untuk memperkenalkan lebih jauh sejarahnya, sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dalam tentang warisan budaya yang ada di Rembang. (sp/pr)










