Masih menurut Ridwan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditujukan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,80 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,65 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,90 persen.
“Untuk kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,64 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,39 persen, kelompok transportasi sebesar 12,59 persen, kelompok rekreasi,olahraga dan budaya sebesar 1,51 persen serta kelompok pendidikan sebesar 4,07 persen,” terangnya.
Selanjutnya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,17 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainya sebesar 6,80 persen. Sementara pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen. (Sng)










