“Harus ontime, mesti ada alih teknologi, dan jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus diperhatikan,” harapnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memastikan pihaknya telah mengantisipasi adanya sejumlah kondisi tanah yang rawan atau labil di beberapa titik di Jawa Barat. Selain faktor tanah, faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini juga telah diantisipasi sehingga diharapkan tidak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek.
“Jadi yang rawan sudah kita mitigasi. Kita sudah antisipasi hal tersebut,” jelas Chandra.
Saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 Tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Nantinya Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung. Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated.










