“Permintaan susu sapi cukup tinggi, tapi untuk susu kambing memang belum ketemu marketnya. Kita sudah punya pelanggan untuk wilayah Kota Bekasi, kita rutin memberi pasokan susu sapi murni ke beberapa pelanggan,” ungkapnya.
Selain sapi berderet juga sekitar 50 ekor sapi dari berbagai macam jenis. Mulai dari jenis kambing garut, sanen, hingga etawa, ada di dalam kandang. Bukan tanpa sebab, usaha peternakan di Ponpes ini memang menyediakan hewan qurban, untuk keperluan aqiqah, dan sedang mengembangkan kambing untuk diperah susunya.



Dari peternakan sapi dan kambing ini, pihak pesantren tidak saja mengambil hasil dari susu dan dagingnya. Lebih dari itu, produksi pupuk kotoran hewan (Kohe) juga dilakukan. Dengan memanfaatkan kotoran hewan, sekam bakar, dan serat kelapa, olahan pupuk ini cukup dapat menyuburkan tanah.
“Kita sudah membuat percobaan untuk menanam ubi yang ditanam hanya di dalam karung. Di usia empat bulan sudah mulai berbuah dan hasilnya cukup bagus dan memuaskan,” pungkas Kyai Uus. (Sng)







