Selanjutnya, Rahmi mengungkapkan bahwa program tersebut tengah dilakukan di seluruh Indonesia.
“Jika mengacu kepada data, program ini dilakukan di seluruh Indonesia, dan di Bekasi sendiri sudah mencapai 78 persen dari 42.030 pelanggan yang harus diganti,” bebernya.
Lebih lanjut Rahmi menjelaskan, program pergantian meteran tersebut juga dilakukan implementasi Smart Meter AMI (Advance Meter Infrastructure).
Tujuannya yakni untuk mengupgrade fisik KWH meter ke Versi terbaru atau yang disebut LPB KRN 2 agar pengukuran semakin akurat, presisi, andal dan tentunya aman untuk kosumen.
“Penggantian KWH Meter AMI mempunyai tujuan untuk mengimplementasikan smart meter ke dalam proses bisnis PLN agar dalam pelayanan nya khusus pelanggan paska bayar pengukuran pemakaian tenaga listrik ke pelanggan semakin baik, meminimalisir kesalahan baca karena human error, semakin akurat, presisi dan tentunya membuat pelanggan semakin nyaman tanpa terganggu privasinya,” jelasnya.










