Scroll untuk baca artikel

HeadlinePena KitaPendidikan

Metode Que-WaH Dalam Upaya Menumbuhkan Inovasi Siswa Berwirausaha

×

Metode Que-WaH Dalam Upaya Menumbuhkan Inovasi Siswa Berwirausaha

Sebarkan artikel ini
Metode Que-WaH Dalam Upaya Menumbuhkan Inovasi Siswa Berwirausaha
Konsultan Pendidikan Griya Resik Rahmawati bersama anak didiknya.

Salah satu metode yang dapat menumbuhkan inovasi siswa adalah penggunaan Metode Que-WaH dalam pembelajaran dan diakhiri dengan sebuah proyek yang dapat dijadikan wirausaha siswa. Metode Que-WaH  yang merupakan singkatan dari Quesioner (Q), sementara Wah merupakan singkatan kata kunci yang meliputi What (apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why (Mengapa) dan H (How / bagaimana) dan How many (Berapa jumlah), Dalam metode permainan Que-WaH guru membagi menjadi beberapa kelompok dengan anggotanya maksimal 8 siswa.

Mereka mendapat tugas untuk mencari ide-ide berkonsep dalam satu tema utama yang telah mereka tentukan dalam bentuk proyek wirausaha. Ada 16 kotak yang harus mereka isi dengan menggunakan format pertanyaan What (apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why (Mengapa) dan H (How & How many  (Bagaimana dan berapa jumlah).  Setiap pertanyaan bisa menggunakan lebih dari 1 kotak yang terpenting 16 kotak tersebut telah mencakup semua pertanyaan yang mereka buat dan jawab sendiri. Kemampuan siswa membuat ide berkonsep tersebut akan menumbuhkan semangat mencari dan mencari hingga didapatkan suatu ide yang dapat menyelesaikan suatu masalah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Hasil dari penelusuran menggunakan metode Que-WaH disosialisasikan dalam bentuk permainan lompat kotak yang terbuatdari Koran bekas, yang diberi alas plastik agar tidak rusak. Di bawah kotak Koran tersebut terdapat hasil pertanyaan dari ide berkonsep yang telah mereka lakukan. Permainannya mirip dengan permainan engkrak. Dalam permainan tersebut ada satu siswa yang melempar dadu berangka. Hasil lemparan dadu tersebut menentukan jumlah lompatan dalam permainan tersebut. Pemain yang melompat mengambil amplop ide berkonsep yang disimpan di bawah lembar kotak Koran dan dibacakan di depan teman-temannya untuk diberikan saran dan kritikan. Setelah selesai permainan siswa mendapatkan arahan dari guru pendamping untuk menyimpulkannya. Setelah permainan selesai dibuatlah kesepakatan untuk melaksanakan proyek ide berkonsep tersebut. Salah satunya adalah ide kulit manggis sebagai obat nyamuk elektrik.

Berita Terkait:  Dari Penjajahan ke Penjajahan

Dengan menerapkan metode Que-WaH dalam memecahkan masalah tersebut, peserta didik telah dilatih untuk dapat berfikir kritis, sehingga kemampuan peserta didik yang cerdas, kreatif, unggul, dan berkarakter dapat ditumbuhkan. Siswa belajar dengan perasaan senang dan tanpa merasa tertekan sehingga potensi otak untuk berpikir secara logis dan rasional lebih besar serta cerdas. (*)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca