Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Mitra Kerja Tak Komit, Fraksi PKS Walkout

×

Mitra Kerja Tak Komit, Fraksi PKS Walkout

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Slamet
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Slamet

SUARAPENA.COM – Rapat kerja komisi IV DPR dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diwarnai aksi walkout.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Slamet menjelaskan, aksi walkout dalam rapat kerja tersebut dilakukan untuk menjaga marwah lembaga legislatif dengan menunjukkan sikap tegas terkait kesepakatan yang tak dipenuhi oleh mitra kerjanya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Aksi walkout fraksi PKS dilakukan untuk menjaga marwah lembaga legislatif, dengan memberikan sikap yang tegas,” kata Slamet di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Berita Terkait:  Soal Pemanfaatan Kayu Banjir di Sumatera, DPR Minta Pemerintah Siapkan Regulasi

Slamet juga menceritakan, dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, komisi IV meminta sejumlah nama-nama perusahaan yang belum membayar kewajiban seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Dalam kesepakatan itu, pihaknya memberi waktu untuk KLHK selambat-lambatnya memberikan nama-nama kepada komisi IV DPR satu minggu setelah rapat dengar pendapat.

Alhasil, data yang diberikan oleh KLHK hanya menyangkut 713.000 hektar lahan. Padahal, kata Slamet, dalam rapat sebelumnya luas lahan yang terdampak sekitar 3,2 juta hektar.

Berita Terkait:  Harga Pangan Dunia Alami Kenaikan, Ketua DPR Dorong Pemerintah Siapkan Strategi

“Kami pernah survei langsung ke Kaltim bersama Dirjen Gakkum KLHK dan Gubernur Kaltim mengenai hal itu, ada perusahaan besar yang masih ilegal, dan itu tidak terdapat di dalam daftar yang diberikan,” ungkapnya.

Oleh karena alasan itulah, pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan rapat.

Ia menilai KLHK sebagai mitra kerja tidak bisa memenuhi komitmen yang sudah disepakati. (Bo/Ki)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca