SUARAPENA.COM – Menyikapi situasi yang berkembang terkait kasus dugaan korupsi berjamaah di Kota Bekasi, Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J. Putro mengambil sikap tegas.
Dia mengatakan, pimpinan DPRD Kota Bekasi beserta jajarannya berkomitmen untuk mengambil sikap kooperatif dan terbuka terhadap informasi yang dibutuhkan KPK.
Pihaknya akan mendukung penuh upaya KPK dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi itu.
“Jika sewaktu-waktu KPK membutuhkan keterangan atau kesaksian yang menyangkut permasalahan yang sedang dialami RE, dipastikan semua anggota DPRD akan memenuhinya dan memberi informasi,” kata Chairoman dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).
Chairoman juga mengakui telah memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada Selasa (25/1/2022) lalu.
Kehadirannya di gedung merah putih itu untuk memberi keterangan dan klarifikasi.
Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan akan mendalami sejauh mana keterlibatan DPRD Kota Bekasi.
Hal itu merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya terkait dugaan kasus suap jual beli jabatan dan pengadaan barang dan jasa.
“Yang berikutnya tadi ada juga bagaimana keterlibatan dengan DPRD, tentu ini akan kita dalami,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (7/1/2022). (Sng/Bo)










