Seluruh peserta juga akan dinilai langsung oleh dua juri yang merupakan penghafal kitab kuning lulusan Universitas Al-Azhar Kairo dan Arabic University.
“Kitab kuning ini kan program pesantren. Ini juga bentuk kepedulian kita mengenalkan kitab kuning yg luar biasa kepada para remaja. Jangan sampai para remaja ini terbawa arus media sosial dan dunia maya yang sumbernya tidak jelas. Ini yang dikhawatirkan timbul islam radikal, teroris, karena sumber ilmunya tidak jelas,” paparnya.
Ditemui di lokasi yang sama, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Ustuchri mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh organisasi sayap PKB, Garda Bangsa ini merupakan suatu cara untuk mengobarkan kembali gairah para remaja untuk kembali mempelajari ilmu yang saat ini sudah banyak yang mulai meninggalkan.
“Anak muda harus tau dasar-dasar ilmu adalah pada alquran dan hadis yang diterjemahkan lewat kitab-kitab. Dulu kan bekasi ini kota santri, kita ingin bangkitkan lagi gairah itu salah satunya dengan program-program seperti Musahabaqoh ini, juga yang sempat kita adakan lalu, khataman bersama di 200 titik,” terangnya.










