Ia mengatakan, kegiatan ini juga sekaligus menjadi pemetaan seberapa besar pesantren yang mendalami kitab kuning.
“Kita mengejar ketertinggalan. Apalagi sekarang banyak pondok pesantren yang nggak lagi memplajari kitab kuning. Padahal ini induknya. Ini makanya kita gali lagi agar lebih dekat lagi kepada ulama. Karena semua nggak ada yang instan,” pungkasnya. (yas)









