Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Operasi Pasar Cabai Sukses Tekan Harga dan Inflasi di Jateng

×

Operasi Pasar Cabai Sukses Tekan Harga dan Inflasi di Jateng

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil menstabilkan harga cabai yang sempat melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram dengan menggelar operasi pasar selama sepekan.

Langkah ini juga berdampak positif pada inflasi Jateng, yang turun menjadi 3,16 persen.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, operasi pasar komoditas cabai dilakukan bersama Bank Indonesia, Satgas Pangan, dan instansi terkait di tiga pasar di Kota Semarang, yaitu Pasar Karangayu, Pedurungan, dan Gayamsari, mulai dari 9 hingga 15 Desember 2023.

“Alhamdulillah, setelah satu minggu terakhir, kami lakukan intervensi harga cabai. Cabai rawit merah yang dulu Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp62 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting saat ini Rp54 ribu per kilogram,” ujar Nana, Senin (18/12/2023).

Berita Terkait:  Pemerintah Jawa Tengah dan IOJI Bersatu untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Kecil

Nana menambahkan, Pemprov Jateng akan terus menggelar operasi pasar untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga, tidak hanya di Kota Semarang, tetapi juga di kabupaten/kota lain di Jateng. Ini sekaligus upaya menekan inflasi Jateng, yang kini mencapai 3,16 persen.

“Kami akan terus tingkatkan operasi pasar untuk stabilkan harga. Ke depan, kami juga akan intervensi komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi, seperti beras, gula, dan lain-lain. Supaya harga di pasaran terjangkau bagi masyarakat, khususnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Sementara itu, Direktur BUMD PT Jateng Agro Berdikari Totok Agus Siswanto mengatakan, operasi pasar cabai bukan untuk menyaingi harga pedagang, melainkan untuk memengaruhi harga psikologis pasar.

“Ketika harga psikologis di pasar terpengaruh, pemasok juga akan terpengaruh. Sebenarnya, cabai di tingkat petani masih murah. Yang mahal di rantai perdagangan,” urainya.

Berita Terkait:  Ada 40 Posko Terpadu di Jateng Pantau Kelancaran Nataru

Totok mengungkapkan, operasi pasar komoditas cabai di tiga pasar Kota Semarang berakhir pada Jumat kemarin. Namun, jika harga cabai melambung lagi, operasi pasar akan digelar kembali.

“Kalau harga melambung ya kita masuk lagi. Yang kita intervensi adalah komoditas penyumbang inflasi. Kemarin beras, sekarang cabai, kemungkinan juga gula,” ungkapnya.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Karangayu, Royati, mengaku senang dengan operasi pasar cabai. Ia mengatakan, harga cabai memang menurun sejak lima hari lalu.

“Kalau cabai rawit sekarang saya jual sekitar Rp65 ribu per kilogram. Kalau yang cabai merah besar Rp62 ribu. Turunnya lima hari ini. Alhamdulillah, pembeli juga banyak,” akunya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca