SUARAPENA.COM – Pemerintah kabupaten Tanjab Barat bekerjasama dengan Kementrian perindustrian menggelar sosialisasi pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) kelapa terpadu, Senin (8/4).
Kementerian Perindustrian dan pemerintah Kabupaten Tanjabbar terus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bupati Tanjab Barat, Safrial menyampaikan kepada para peserta pengembangan IKM Kelapa terpadu bahwa kelapa merupakan tanaman multi guna karena seluruh bagian tanamannya dapat di manfaatkan bagi para petani kelapa.
“Kelapa yang paling efektif adalah dengan pemberdayaan dan menciptakan model teknologi,” kata Safrial.
Lebih lanjut Safrial mengatakan luas perkebunan kelapa lokal yang ada di Tanjabbar kurang lebih 54.737 hektar dengan jumlah produksi kurang lebih 51.066 Ton dengan harga jual kelapa lokal yang sangat murah yaitu 1.000 rupiah perbuah.
Safrial berharap pemerintah dapat bekerja maksimal untuk mengolah kelapa menjadi bahan jadi yang mempunyai nilai tambah baik secara finansial maupun keilmuan.
“Sudah waktunya untuk mulai mengubah pola masyarakat petani kelapa untuk menjadikan kelapa sebagai primadona dan dapat di manfaatkan lebih banyak khususnya di daerah kita,” ujar Safrial.
Dalam kesempatan yang sama Endang Suwartini selaku direktur IKM, mengatakan pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Tanjabbar bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditi kelapa melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun produk sampingannya.
Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis kelapa.
“Apabila kita lihat pohon kelapa, dari akar sampai daun dan buahnya dapat diproduksi dan diolah oleh industri kecil dan menengah,” kata Endang.
Lanjut Endang menjelaskan, kegiatan pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Tanjabbar terdiri dari tiga jenis kegiatan utama yaitu pengembangan produk pangan berbasis kelapa, pengembangan IKM arang tempurung kelapa, dan peningkatan kemampuan IKM permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) pendukung pengolahan kelapa.
Kegiatan fasilitasi pengembangan produk pangan berbasis kelapa dilaksanakan melalui bimbingan teknis pengembangan produk pangan berbasis kelapa kepada 25 orang industri kecil dan fasilitasi mesin/peralatan IKM pengolahan minyak kelapa yang terdiri dari mesin parut kelapa serta mesin peras santan kelapa. (bin/hms)










