Namun, kali ini kebencian yang ditimbulkan memang menjadi senapan-senapan kecil yang mampu menembus benteng pertahanan secara perlahan. Kita hanya ingin dijadikan sebagai penyumbang kekuatan di baris depan arena catur peperangan, yang mana pemegang kekuatan membutuhkan pion sebanyak-banyaknya untuk bertahan.
Kapitalisme memang katanya masih menjadi motif, tapi sayang aku tidak mamahaminya sedangkal itu. Kapitalisme hanya selongsong peluru dari serangan-serangan yang tujuan sebenarnya ada pada si penarik pelatuk. Einstein pun menyatakan, bahwa perang dunia ke tiga terjadi dengan perang teknologi. Sehalus ini! Hampir-hampir tak sadar bahwa di badan telah mengandung bom bunuh diri.
Konklusinya, secara sadar berbagai kepentingan ada di setiap kemajuan. Segala yang baru ialah kejanggalan baru yang harus juga mendapatkan tempat bagi tindakan skeptis kalian, yang sejatinya bahwa apapun yang terjadi, arus globalisasi, dan perubahan mentalitas berotasi tetap. Tidak ada kemajuan, tidak ada kemunduran.










