Scroll untuk baca artikel

Pena Kita

Perang Dunia ke III di Indonesia

×

Perang Dunia ke III di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Perang Dunia ke III di Indonesia
Alika Khansa

Namun, kali ini kebencian yang ditimbulkan memang menjadi senapan-senapan kecil yang mampu menembus benteng pertahanan secara perlahan. Kita hanya ingin dijadikan sebagai penyumbang kekuatan di baris depan arena catur peperangan, yang mana pemegang kekuatan membutuhkan pion sebanyak-banyaknya untuk bertahan.

Kapitalisme memang katanya masih menjadi motif, tapi sayang aku tidak mamahaminya sedangkal itu. Kapitalisme hanya selongsong peluru dari serangan-serangan yang tujuan sebenarnya ada pada si penarik pelatuk. Einstein pun menyatakan, bahwa perang dunia ke tiga terjadi dengan perang teknologi. Sehalus ini! Hampir-hampir tak sadar bahwa di badan telah mengandung bom bunuh diri.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Konklusinya, secara sadar berbagai kepentingan ada di setiap kemajuan. Segala yang baru ialah kejanggalan baru yang harus juga mendapatkan tempat bagi tindakan skeptis kalian, yang sejatinya bahwa apapun yang terjadi, arus globalisasi, dan perubahan mentalitas berotasi tetap. Tidak ada kemajuan, tidak ada kemunduran.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca