Scroll untuk baca artikel

Pena Kita

Perang Dunia ke III di Indonesia

×

Perang Dunia ke III di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Perang Dunia ke III di Indonesia
Alika Khansa

Isu yang diambil pun sebagai makanan lezat bagi gemuknya momok benci di republik ini, apalagi kalau bukan soal nasi. Pantas saja propagandis berhasil untuk membuat marah pribumi dan memaki maki masyarakat Cina yang sebetulnya tengah tenang-tenang saja, dan justru memiliki pihak lawan yang sedang ketakutan di seberang sini.

Berita Terkait:  Kualifikasi dan Peran Kompleks Seorang Guru

Bangsa Indonesia sendiri bukan sifatnya sebagai pembenci, dari zaman prasasti bahkan penjajahan sekalipun tidak ada kabarnya untuk membenci lawan, membalas dendam setelah kemerdekaannya sendiri selain dari pada memerdekakan diri sendiri. Sanak saudara, bapaknya, ibunya, neneknya, adiknya, dan tanah air yang menghidupinya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kemarahan adalah rasa cinta yang tertindas meski kelaparan dan kesakitan. Cinta jualah yang menguatkan dan menyadarkan, karena cinta satu-satunya kemewahan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk mendamaikan keadaan yang begitu sengsara masa itu. Sungguh aksi perlawanan memang murni bukan kebencian. kita tidak pernah berurusan dengan Cina, dan sekutunya, Amerika, bahkan lainnya.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca