Scroll untuk baca artikel

NewsPena Kita

Teknologi di Era Digital: Mendekatkan Umat kepada Allah atau Justru Menjauhkan?

×

Teknologi di Era Digital: Mendekatkan Umat kepada Allah atau Justru Menjauhkan?

Sebarkan artikel ini
Guru SMA Muhammadiyah 1 Klaten, Iin Rahmawati.
Guru SMA Muhammadiyah 1 Klaten, Iin Rahmawati.

Oleh: Iin Rahmawati, S.Pd., Gr
(*) Guru SMA Muhammadiyah 1 Klaten

PERKEMBANGAN teknologi digital yang begitu pesat dalam satu dekade terakhir membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Internet, kecerdasan buatan, media sosial, hingga platform pembelajaran daring kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam satu perangkat gawai, seseorang dapat mengakses jutaan informasi hanya dalam hitungan detik. Namun di tengah kemudahan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah kemajuan teknologi ini memperkuat keimanan dan pendidikan Islam, atau justru menjadi tantangan baru bagi umat?

Jika pada masa lalu tantangan terbesar adalah keterbatasan akses terhadap ilmu pengetahuan, maka era digital menghadirkan ujian berbeda berupa banjir informasi. Setiap individu dituntut mampu memilah dan memilih konten yang bermanfaat di tengah arus informasi yang begitu deras.

Dalam perspektif Islam, ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Perintah membaca yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq ayat 1 menjadi fondasi penting bagi peradaban Islam:

Berita Terkait:  Era Digital Memperkuat, Bukan Menggantikan

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa sejak awal Islam mendorong umatnya untuk belajar, membaca, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Di bidang pendidikan Islam, teknologi dinilai membuka peluang besar. Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an memudahkan anak-anak belajar tajwid dan menghafal ayat. Mahasiswa dapat mengakses jurnal dan referensi keislaman dari berbagai belahan dunia. Dakwah pun tidak lagi terbatas ruang dan waktu.

Satu konten kajian yang diunggah di media sosial, misalnya, berpotensi menjangkau ribuan hingga jutaan orang. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi dapat menjadi sarana amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Al-Qur’an juga menegaskan perbedaan derajat antara orang berilmu dan yang tidak berilmu. Dalam Surah Az-Zumar ayat 9 disebutkan:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Pesan tersebut memperkuat pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana peningkatan kualitas ilmu dan ketakwaan.

Namun, di balik peluang tersebut, terdapat ancaman yang tidak bisa diabaikan. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konten yang tidak mendidik menjadi tantangan serius, terutama bagi generasi muda.

Berita Terkait:  Nomor Satu Pasangan AMIN

Tanpa pengawasan dan kontrol diri, penggunaan teknologi dapat mengurangi kualitas interaksi sosial, melalaikan ibadah, bahkan memicu perilaku negatif. Karena itu, literasi digital dan pembinaan akhlak dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi era ini.

Para pemerhati pendidikan menilai, keluarga memiliki peran sentral dalam membimbing anak-anak menggunakan teknologi secara bijak. Pendampingan orang tua, pembatasan waktu penggunaan gawai, serta pemilihan konten yang edukatif menjadi langkah preventif yang penting.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Manfaat atau mudaratnya sangat bergantung pada niat dan cara penggunaannya. Jika diarahkan untuk mencari ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah, teknologi menjadi sarana kebaikan. Sebaliknya, jika digunakan tanpa kendali, ia berpotensi menjadi sumber persoalan baru.

Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, masyarakat diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai instrumen pembangunan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan, bukan sebaliknya. (*)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca