Scroll untuk baca artikel
HeadlineOlahraga

Perbakin Kota Bekasi Target 3 Emas Porda XIII 2018 Kabupaten Bogor

×

Perbakin Kota Bekasi Target 3 Emas Porda XIII 2018 Kabupaten Bogor

Sebarkan artikel ini
Adhi Firdaus
Ketua Perbakin Kota Bekasi Adhi Firdaus. Foto: Adien/Suarapena.com
SUARAPENA.COM – Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kota Bekasi menarget raih 3 emas dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah  (Porda) XIII Kabupaten Bogor pada 2018 mendatang.

Ketua Perbakin Kota Bekasi Adhi Firdhaus mengatakan, berbagai upaya akan dilakukan guna mendongkrak preatasi 20 atlet tembak yang dimiliki Perbakin Kota Bekasi saat ini.

“Dengan minimnya sarana dan prasarana yang ada, kita akan tetap berjuang keras,” katanya dalam acara Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Perbakin Kota Bekasi di Gedung Multiguna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/9/2017).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dia mengungkapkan, perlengkapan perlengkapan alat menembak Kota Bekasi memang cukup tertinggal jika dibandingkan daerah lain di Indonesia. Kendati demikian, lanjut Adhi, bekal mental dan skill juga harus dilatih agar atlet Perbakin bisa tetap berprestasi.

“Pertama mental yg diperlukan. Kalau mental kita kuat, kita akan bertahan hingga detik terakhir. Walau senapan lemah, paling tidak bisa diminimalisasi dengan mental dan skill yang dimiliki seorang atlet,” ujarnya.

Dia mengakui, dana pembinaan memang dikucurkan dari KONI Kota Bekasi. Tetapi dengan anggaran yang ada hanya mampu mencukupi untuk biaya pembinaan atlet menembak Perbakin.

Berita Terkait:  IWO Kota Bekasi Dukung Pengembangan Prestasi Atlet Perbakin

Melihat kondisi ini, Perbakin berupaya menggandeng semua pihak agak bisa memaksimalkan prestasi demi perkembangan Perbakin Kota Bekasi kedepan. Termasuk salah satunya memaksimalkan potensi diri setiap anggota Perbakin, yang memang bergabung dengan latar belakang hobi.

Berita Terkait:  IWO Kota Bekasi Dukung Pengembangan Prestasi Atlet Perbakin

“Dalam olahraga menembak, Perbakin tidak menerima anggaran untuk keperluan peralatan dan barang yang dipakai. Seperti peluru misalnya, setelah ditembakkan kan tidak bisa dipakai lagi, berbeda dengan olahraga panahan,” jelasnya. (sng)