Sejak Tol Trans Jawa ini dioperasikan dan ditarifkan di tanggal 21 Januari 2019 lalu, Jasa Marga mempelajarinya selama lebih dari dua bulan.
“Kami evaluasi dan prediksi perhitungan kapasitas saat mudik-balik nanti. Jadi, semua ini rata-rata kita tambah. Kita tambah ada yang tambahan gardunya permanen, ada yang tambahan gardu yang sifatnya untuk peak season di Lebaran ini,” ungkap Desi.
Perhatian utama kedua yakni safety. Jasa Marga serta kelompok usahanya telah mengantongi uji laik, namun dalam hal ini tetap memperhatikan unsur-unsur keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Yang pertama adalah terkait safety atau keselamatan pengendara. Yang kedua adalah safety dari sisi panduan arah. Jadi, kami menambah banyak rambu-rambu. Kemudian, rubber-rubber strip kami tambah, dan beberapa perlengkapan penunjang agar masyarakat tidak bingung,” papar dia.










