Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Puluhan Warga Banjarnegara Akhirnya Bebas dari Ancaman Longsor, Dapat Hunian Aman dan Modern

×

Puluhan Warga Banjarnegara Akhirnya Bebas dari Ancaman Longsor, Dapat Hunian Aman dan Modern

Sebarkan artikel ini
Hunian baru warga Banjarnegara yang baru dibangun oleh Pemprov Jateng, aman dari gempa dan longsor.
Hunian baru warga Banjarnegara yang baru dibangun oleh Pemprov Jateng, aman dari gempa dan longsor.

Suarapena.com, BANJARNEGARA – Puluhan warga Dusun Bawang dan Pringamba, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, kini bisa bernapas lega. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketakutan akan bencana tanah longsor, mereka akhirnya mendapat rumah baru di lokasi yang jauh lebih aman, berkat bantuan relokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Relokasi ini dilakukan sekitar satu kilometer dari kawasan rawan longsor sebelumnya, ke area yang telah melalui kajian ketat dan dinilai stabil. Di lokasi baru tersebut, Pemprov Jateng membangun 36 unit rumah dengan konsep Rumah Susun Panel Instan (Ruspin) yang tahan gempa. Sebanyak 29 rumah dibiayai melalui APBD, sementara tujuh lainnya berasal dari APBD Perubahan 2025.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kompleks hunian ini tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga dirancang layaknya perumahan modern. Jalan lingkungan yang rapi, sistem drainase tertata, serta area terbuka yang dapat digunakan warga untuk beraktivitas bersama menjadi nilai tambah yang membuat warga merasa nyaman dan aman.

Berita Terkait:  Pemprov dan DPRD Jateng Berkomitmen Lanjutkan Pembahasan Raperda di Tahun Politik

Karsiyem, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah yang aman dari bencana tanah gerak dan longsor. Dulu, saat musim hujan, saya tidak bisa tidur karena takut rumah saya rusak atau tertimpa longsor. Sekarang, saya bisa tidur tenang,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Berita Terkait:  Cek Harga Bahan Pokok di Pasar, Ganjar dampingi Jokowi

Hal serupa juga dirasakan Sutoyo, warga Dusun Bawang. “Saya sudah lama ingin pindah ke tempat yang lebih aman, tapi tak punya biaya. Sekarang, berkat bantuan pemerintah, rumah baru ini hampir selesai dan saya tak lagi khawatir saat hujan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mitigasi bencana.

“Selain rumah apung, kami juga aktif melakukan relokasi dan pembangunan hunian bagi korban bencana tanah gerak, seperti di Desa Aribaya ini. Tahun 2025, kami menargetkan pembangunan 270 unit rumah untuk penanganan berbagai bencana,” jelasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca